KSP Dudung Abdurachman Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 di Sergai: Pastikan Pendidikan Merata dan Motivasi Siswa Lewat Kisah Inspiratif (Analisadaily/Ist)
Analisadaily.com, Serdang Bedagai - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, melakukan kunjungan kerja untuk meninjau secara langsung operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 (SRT1) di Kabupaten Serdang Bedagai, Senin (21/9/2026) pagi.
Kedatangan KSP Dudung disambut hangat oleh Bupati Sergai H. Darma Wijaya bersama jajaran Forkopimda dan pejabat setempat guna memastikan program pendidikan strategis nasional ini berjalan optimal sesuai laporan awal.
Dalam peninjauannya, KSP Dudung mengungkapkan bahwa dari total sekitar 300 siswa yang terdaftar, terdapat sekitar 30 siswa yang sempat kembali kepada orang tuanya karena masih dalam tahap adaptasi dengan lingkungan baru.
"Saya menerima laporan dari Kepala Sekolah dan Bupati bahwa dari 300 semuanya jumlah siswa, ada sekitar 30-an siswa yang kembali ke orang tuanya. Hal ini terjadi karena baru atau mungkin karena situasinya yang berbeda," ujar Dudung dalam sambutannya.
Untuk membakar semangat para siswa, Dudung membagikan kisah masa kecilnya saat harus berjuang hidup dan berjualan koran setelah orang tuanya wafat di usia 11 tahun. Ia berpesan agar keterbatasan ekonomi tidak pernah menjadi penghalang untuk meraih impian besar di masa depan.
"Saya dulu umur 11 tahun, orang tua saya sudah meninggal. Orang tua saya hanya PNS. Saya berjualan koran dengan semangat dan spirit, serta pantang menyerah. kemudian akhirnya menjadi modal utama bagi saya untuk bangkit dengan segala macam keterbatasan dan kekurangan,maka inilah yang kemudiann membawa kedepannya untuk suatu saat nanti akan menjadi orang-orang hebat. Artinya bahwa suatu ketika yang tak mungkin itu harus menjadi mungkin," ungkapnya penuh motivasi.
Lebih lanjut, KSP Dudung menegaskan bahwa pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo memiliki komitmen kuat agar tidak ada satu pun anak Indonesia yang putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi. Ia mengajak para siswa untuk memanfaatkan fasilitas, makanan bergizi, serta bimbingan dari tenaga pendidik pilihan yang telah disediakan di Sekolah Rakyat tersebut.
"Banyak-banyak anak-anak kita putus sekolah karena kondisi ekonomi, Bapak Presiden tidak menginginkan ada anak sekolah yang tidak sekolah. Semuanya harus sekolah. Oleh karenanya, kepada anak-anak ayo manfaatkan. Kalian dikasih makan, dikasih tenaga pelatih, Dididik oleh guru-guru yang terseleksi. Dipilih hanya orang-orang tertentu yang punya kemampuan pendidik, kemampuan intelektual. Bisa jadi siswa siswi di Sekolah Rakyat ini, ada yang jadi Presiden yang tak mungkin ini bisa menjadi mungkin. sekolah ini program Presiden dan menurut saya sungguh luar biasa," tegasnya.
Sementara itu, Bupati Sergai H. Darma Wijaya menyambut baik sinergi erat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong kemajuan pendidikan serta kesejahteraan masyarakat.
"Kami berharap hubungan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat semakin kuat, sehingga berbagai program pemerintah dapat berjalan efektif dengan sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai siap mendukung tentang rekomendasi setiap program strategis pemerintahan, khususnya yang berkaitan dengan peringkatan infrastruktur, pendidikan, dan peningkatan perekonimian masyarakat," ucap Bupati sembari melaporkan capaian produktivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah yang positif.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1, Edy Selamat Ritonga, turut melaporkan bahwa operasional sekolah yang mulai berjalan sejak akhir Juli 2026 ini kini menampung total 300 peserta didik yang terbagi di jenjang SD, SMP, dan SMA.
Proses belajar mengajar tersebut didukung oleh puluhan tenaga pendidik terpilih, wali asuh, tenaga kesehatan, hingga petugas pendukung lainnya untuk memastikan kenyamanan serta pemantauan kesehatan siswa secara berkala.
Usai memberikan sambutan, KSP Dudung menutup rangkaian kegiatan dengan meninjau langsung ruang kelas dan berinteraksi secara hangat dengan para siswa di berbagai jenjang pendidikan.
(BAH/RZD)