Ditinjau Menko AHY, Proyek Sekolah Rakyat Terintegrasi di Sumut Jadi Prioritas Presiden Prabowo

Ditinjau Menko AHY, Proyek Sekolah Rakyat Terintegrasi di Sumut Jadi Prioritas Presiden Prabowo
Ditinjau Menko AHY, Proyek Sekolah Rakyat Terintegrasi di Sumut Jadi Prioritas Presiden Prabowo (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) melalui Dinas Sosial melakukan gebrakan besar dalam memperluas akses pendidikan berkeadilan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Langkah nyata ini diwujudkan melalui pematangan rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi di lima kabupaten/kota, yang ditargetkan beroperasi penuh pada Tahun Ajaran (TA) 2026/2027.

Komitmen daerah ini mendapat dukungan langsung dari pusat. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), turun langsung meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi II di Kota Medan, Jumat (3/7/2026) siang.

Menko AHY menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat ini merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang mengintegrasikan peran Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

"Kita ingin melakukan intervensi melalui pendidikan yang terjangkau, berkualitas, bahkan di sini seluruhnya gratis mulai dari diterima hingga lulus. Setelah lulus, mereka punya kesempatan melanjutkan ke vokasi, perguruan tinggi, atau langsung kerja," ujar AHY di sela-sela kunjungannya.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara, Dr. Illyan Chandra Simbolon, menjelaskan bahwa fokus utama agenda kerja tahun ini adalah memindahkan dan memusatkan lokasi belajar siswa Sekolah Rakyat ke gedung baru yang lebih mandiri, representatif, dan kondusif.

Selama ini, para siswa masih menumpang atau menggunakan fasilitas di berbagai pusat pelatihan dan balai latihan kerja. Dengan gedung baru ini, iklim belajar-mengajar dipastikan akan jauh lebih optimal.

Berdasarkan data perencanaan Dinsos Sumut, berikut adalah 5 titik fokus pembangunan baru Sekolah Rakyat pada tahun 2026:

Kota Medan (Jl. Tanjung Selamat, Kec. Medan Tuntungan): Menjadi lokasi baru Sekolah Rakyat Terintegrasi II. Berdiri di atas lahan ±6 hektare milik Pemko Medan dengan kapasitas 1.080 siswa (540 SD, 270 SMP, 270 SMA). Seluruh siswa dari Sentra Bahagia dan BBVP Kota Medan akan dialihkan penuh ke sini mulai TA 2026/2027.

Kabupaten Deli Serdang (Desa Tandem Hilir I, Kec. Hamparan Perak): Dibangun di atas lahan seluas 6,79 hektar untuk menampung seluruh siswa yang sebelumnya berada di Sentra Insyaf.

Kabupaten Serdang Bedagai (Desa Liberia, Kec. Teluk Mengkudu): Berdiri di atas lahan seluas 5,5 hektar, menjadi lokasi pengalihan penuh bagi siswa yang sebelumnya menggunakan fasilitas Kampus V UIN-SU Tebing Tinggi.

Kota Padang Sidempuan (Kompleks SMKN Pertanian, Kec. Padangsidimpuan Selatan): Diproyeksikan menjadi pusat layanan pendidikan berkesinambungan (SD, SMP, SMA) yang melayani siswa lintas kabupaten/kota se-Sumatera Utara.

Kabupaten Tapanuli Selatan (Desa Tolang dan Desa Janji Mauli, Kec. Sipirok): Menjadi gedung mandiri baru bagi seluruh siswa SR yang sebelumnya belajar di eks-Balai Latihan Kerja (BLK) Tapanuli Selatan.

Dengan penyediaan lahan yang sangat luas di beberapa titik, seperti Deli Serdang dan Serdang Bedagai, kompleks Sekolah Rakyat ini dirancang memiliki fasilitas penunjang yang sangat komprehensif.

"Bukan hanya ruang kelas, tetapi juga akan dilengkapi dengan asrama, sarana olahraga, hingga tempat ibadah," jelas Dr. Illyan Chandra.

Melalui integrasi program yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, Pemprov Sumut optimistis kehadiran infrastruktur fisik Sekolah Rakyat Terintegrasi ini akan menjadi instrumen jangka panjang yang paling efektif untuk menaikkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat secara merata.

(JW/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi