Di Hadapan Presiden, Menteri PKP Apresiasi Dirut BTN Jadi Penyalur KPR Subsidi Tertinggi (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengapresiasi kepemimpinan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dalam penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi nasional.
Keterangan tertulis BTN di Jakarta, Rabu, (5/8) menyebutkan, apresiasi Menteri PKP Maruarar Sirait tersebut disampaikan dalam Akad Massal 62.710 KPR Sejahtera FLPP yang dipimpin Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7).
“Kemudian Dirut BTN, Pak Nixon untuk rumah subsidi paling tinggi BTN. Bisa saya laporkan Pak Presiden untuk rumah subsidi BTN adalah yang paling tinggi (penyaluran pembiayaannya). Terima kasih Pak Nixon,” jelas Maruar Sirait.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menegaskan bahwa perumahan merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi masyarakat. Presiden mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi agar semakin banyak masyarakat dapat memiliki rumah yang layak dan terjangkau.
Dalam kegiatan tersebut, BTN menjadi bank dengan jumlah peserta terbesar. Sebanyak 30.203 debitur BTN mengikuti akad secara langsung maupun daring dari berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, pencapaian tersebut merupakan hasil sinergi seluruh ekosistem perumahan yang semakin kuat, termasuk dukungan Danantara Indonesia dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, BP Tapera, perbankan, dan pengembang.
“Apresiasi dari Menteri PKP menjadi penyemangat bagi BTN untuk terus menjalankan mandat sebagai pemimpin pembiayaan perumahan nasional. Bersama Danantara Indonesia, kami terus memperkuat kolaborasi ekosistem agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap rumah yang layak, terjangkau, dan berkualitas,” ujar Nixon.
Hingga 29 Juli 2026, berdasarkan paparan Kementerian PKP, BTN telah menyalurkan 55.766 unit KPR FLPP, tertinggi di antara bank-bank Himbara. Sementara itu, PT Bank Syariah Nasional (BSN) mencatat penyaluran 28.282 unit. Secara konsolidasi, BTN dan BSN telah menyalurkan 84.048 unit rumah subsidi sepanjang 2026.
Menurut Nixon, kepemimpinan BTN dalam pembiayaan rumah rakyat tidak hanya diwujudkan melalui penyaluran KPR kepada masyarakat, tetapi juga melalui penguatan sisi pasokan. Hingga 29 Juli 2026, realisasi Kredit Program Perumahan (KPP) BTN telah mencapai sekitar Rp4,39 triliun untuk mendukung pengembang, kontraktor, toko bahan bangunan, dan pelaku usaha lain dalam rantai pasok perumahan.
BTN juga terus memperkuat layanan digital melalui balé Properti, sehingga masyarakat dapat mencari rumah, melakukan simulasi cicilan, hingga mengajukan KPR secara lebih mudah dalam satu ekosistem.
“Kami ingin perjalanan masyarakat menuju rumah pertama semakin sederhana, mulai dari menemukan hunian yang sesuai hingga memperoleh pembiayaan. Karena itu, BTN terus memperkuat pembiayaan, mempercepat layanan, dan memperluas kolaborasi agar Program 3 Juta Rumah dapat berjalan lebih cepat dan berdampak luas,” kata Nixon.
Akad Massal KPR Sejahtera FLPP tahun ini merupakan yang terbesar sejak pertama kali diselenggarakan. BP Tapera mencatat kegiatan tersebut melibatkan 62.710 debitur di 372 kabupaten/kota pada 36 provinsi, sekaligus mencerminkan semakin kuatnya kolaborasi pemerintah dan industri perbankan dalam mempercepat penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
(TRY/RZD)