Tinjau Proyek di Medan, Menko AHY: Sekolah Rakyat Terintegrasi Adalah Investasi Masa Depan Bangsa (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi II Kota Medan bukan sekadar proyek fisik belaka.
Proyek ini merupakan investasi jangka panjang yang krusial untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat meninjau langsung progres pembangunan sekolah yang kini telah memasuki tahap penyelesaian akhir (finishing) di Medan, Jumat (3/7). Sekolah tersebut ditargetkan dapat mulai beroperasi penuh pada pertengahan Juli mendatang.
Dalam kunjungannya, AHY menginspeksi berbagai fasilitas yang telah disediakan, meliputi, ruang kelas yang representatif, laboratorium dan asrama siswa, aula multifungsi, sarana olahraga dan fasilitas ibadah.
Menurut AHY, seluruh fasilitas ini sengaja dirancang secara komprehensif agar anak-anak—khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu—dapat menikmati lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif demi mengoptimalkan seluruh potensi mereka.
"Yang kita bangun di sini bukan hanya gedung sekolah. Yang kita bangun adalah masa depan anak-anak Indonesia," ujar AHY.
Lebih lanjut, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan ini juga mengingatkan bahwa rampungnya proses konstruksi bukanlah akhir dari sebuah program pembangunan. Ia mengimbau seluruh pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun masyarakat, untuk berkomitmen menjaga dan merawat fasilitas tersebut.
"Maintenance sama pentingnya dengan konstruksi. Karena aset terbaik yang sedang kita bangun di sini bukan bangunannya, melainkan generasi masa depan bangsa," tegasnya.
Melalui kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi ini, AHY menaruh harapan besar agar institusi ini mampu melahirkan generasi-generasi unggul yang siap berkontribusi bagi kemajuan Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, hingga tingkat nasional.
Lebih dari sekadar tempat belajar, proyek strategis ini diharapkan dapat menjadi instrumen nyata dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui penyediaan akses pendidikan yang berkualitas, berkeadilan, dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
(JW/RZD)