Sosper Pengelolaan Persampahan, Lily Ingatkan Warga Jangan Anggap Sampah Tidak Bermanfaat

Sosper Pengelolaan Persampahan, Lily Ingatkan Warga Jangan Anggap Sampah Tidak Bermanfaat
Sosper Pengelolaan Persampahan, Lily Ingatkan Warga Jangan Anggap Sampah Tidak Bermanfaat (Analisadaily/Ist)

Analisadaily.com, Medan — Anggota DPRD Medan Dr Lily MBA mengingatkan kepada masyarakat bahwa jangan pernah menganggap sampah itu tidak bermanfaat. Justru sebaliknya, sampah juga bisa membantu perekonomian bagi masyarakat.

"Caranya? Sampah di rumah harus dipilah, mana sampah organik mana sampah yang unorganik. Sampah organik seperti buah–buahan, sayur–sayuran, daun, sampah ini bisa diolah menjadi pupuk kompos. Dan ini mengandung nilai jual. Bila ada bank sampah di tiap Kecamatan, khususnya di Medan Barat, sampah itu bisa dijual melalui bank sampah atau langsung menghubungi Direktur Bank Sampah Indra Utama Pohan yang juga tercatat sebagai pegawai Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan," demikian jelas Dr Lily MBA di hadapan konstituennya saat menyosialisasikan Perda No.7 Tahun 2024 tentang Perubahan Perda Kota Medan No.6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan yang dilaksanakan di Jalan Karya, Gang IDI 1, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Minggu (16/8/2026) yang turut dihadiri Lurah Karang Berombang, Camat Medan Barat dan Direktur Bank Sampah Indra Utama Pohan.

Di kesempatan itu, Lily mengajak warga untuk meniru budaya warga Bali maupun Jakarta yang langsung memisahkan jenis sampah. Di sana, sampah rumah tangga sudah dipisahkan, mana yang organik dan non organik. Jika warga tidak langsung memisahkan sampah, petugas tidak mau mengangkat sampah tersebut.

"Pemisahan secara dini dilakukan selain untuk mempermudah petugas, juga mempermudah warga juga. Dan untuk menjaga kelestarian lingkungan bagi kita juga, untuk anak cucu kita juga ke depannya," pesan politisi PDI Perjuangan yang juga anggota Komisi II DPRD Medan itu.

Direktur Bank Sampah Indra Utama Pohan mengingatkan juga kepada warga agar semua sampah di dapur masuk ke tong sampah. Terutama sampah sayuran. Sebab, sampah ini bisa diolah menjadi pupuk yang bernilai ekonomi.

"Sampah sayur, seperti toge, ujung kol dan sayuran lainnya, letakkan saja di bawah pohon agar tidak kena matahari. Paling lama 4 bulan sudah menjadi pupuk kompos yang bisa digunakan untuk tanaman sendiri," jelas Indra Utama Pohan.

Dalam Sosper tersebut, beberapa warga juga mengajukan pertanyaan terkait sampah tersebut. Salah seorangnya, Tata. Dia mengajukan pertanyaan sampah sebagai sumber daya yang bisa menghasilkan secara ekonomi. Dia mempertanyakan bagaimana cara memilah sampah organik dan unorganik. Lalu kemana warga akan membuang sampahnya.

Sebab, diakuinya, dia pernah menjumpai tokoh masyarakat ketika itu, buang sampah ke sungai. Saat ditegur, tokoh tersebut malah berkilah bila semua masyarakat juga buang sampah ke Sungai Deli. Lalu dia menyahut bahwa sekelas tokoh masyarakat juga buang sampah ke sungai lalu bagaimana kelak nasib anak cucu ke depannya.

"Oleh karena itu, kemanakah kami akan buang sampah kami," tutupnya.

(MC/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi