Soroti Krisis Iklim hingga Arus Digital, AHY Minta GPI Jadi Penangkal Materialisme

Soroti Krisis Iklim hingga Arus Digital, AHY Minta GPI Jadi Penangkal Materialisme
Soroti Krisis Iklim hingga Arus Digital, AHY Minta GPI Jadi Penangkal Materialisme (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Siantar - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), resmi membuka Sinode Besar Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) 2026 di Gedung Rajawali, Pematangsiantar, pada Jumat (3/7).

Kegiatan akbar yang dihadiri oleh sekitar 1.400 jemaat ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, hingga 5 Juli 2026 mendatang.

Dalam sambutannya, AHY menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi GPI yang secara konsisten terus menjaga nilai-nilai kemanusiaan sejak pertama kali berdiri pada tahun 1936.

Selain peran spiritual, AHY juga menyoroti langkah strategis GPI di dunia pendidikan, khususnya rencana transformasi Sekolah Tinggi Teologi (STT) Renatus menjadi Institut Agama Kristen Renatus, yang ditargetkan akan terus berkembang menjadi universitas berbasis teologi.

"Saya mendorong penuh upaya ini untuk mencetak generasi penerus yang unggul. Ini adalah langkah yang baik, di mana kita bisa mengawal bersama lahirnya universitas berbasis teologi yang mampu menyeimbangkan nilai nasionalisme, kebangsaan, serta religiusitas," ujar AHY.

Menyelaraskan dengan tema sinode tahun ini, yakni 'Mengambil Bagian dalam Pertandingan Menguasai Diri untuk Mahkota Abadi', AHY berpesan agar GPI dapat terus memposisikan diri sebagai 'kompas moral' bagi masyarakat luas.

Menurutnya, fondasi moral yang kuat sangat krusial dalam menghadapi tantangan modern seperti digitalisasi yang masif, krisis iklim, hingga gejolak ekonomi global.

"Di tengah dinamika global hari ini, masyarakat membutuhkan arahan moral yang bersifat teologis. Peran pelayanan spiritual dan sosial GPI sangat krusial agar kita tidak mudah goyah oleh materialisme dan tantangan zaman," tegas Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan tersebut.

Lebih lanjut, AHY mengajak seluruh elemen GPI untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor demi kemajuan bangsa. Ia menekankan bahwa keberagaman di Indonesia harus dipandang sebagai sebuah kekayaan, kekhasan, dan modal sosial, bukan sebagai pemecah belah.

"Tidak perlu mempertentangkan nilai nasionalisme dengan agama. Semua agama memiliki tujuan yang sama untuk kebaikan bangsa ini," pungkas AHY.

Menanggapi arahan tersebut, Ketua GPI, Pdt. M.H. Siburian, menyambut baik dan menyatakan bahwa Sinode Besar ini menjadi momentum penting bagi seluruh jemaat untuk melakukan refleksi dan pembenahan diri ke depan.

"Sinode ini adalah langkah kita untuk melakukan sesuatu yang lebih baik, *meng-upgrade* diri, dan menguasai diri, demi meningkatkan fungsi spiritual serta sosial kita," tutup Pdt. M.H. Siburian.

(JW/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi