Menko AHY di Rakernas APEKSI Medan: Infrastruktur dan Konektivitas Kunci Buka Sentra Ekonomi Baru

Menko AHY di Rakernas APEKSI Medan: Infrastruktur dan Konektivitas Kunci Buka Sentra Ekonomi Baru
Menko AHY di Rakernas APEKSI Medan: Infrastruktur dan Konektivitas Kunci Buka Sentra Ekonomi Baru (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Pembangunan infrastruktur dan penguatan konektivitas antarwilayah dinilai menjadi instrumen paling strategis untuk mengikis kesenjangan sekaligus memicu lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), saat berbicara dalam forum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Medan, Kamis (2/7).

Menurut AHY, esensi dari pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya dilihat sebagai upaya menghubungkan wilayah secara fisik. Lebih dari itu, infrastruktur harus berfungsi sebagai pembuka akses ekonomi, pendongkrak produktivitas, serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.

"Infrastruktur dan konektivitas yang semakin baik akan membantu mengurangi ketimpangan antarwilayah, membuka sentra-sentra pertumbuhan ekonomi baru sesuai potensi daerah masing-masing, serta menghadirkan kota yang lebih modern, aman, nyaman, dan produktif," jelas AHY di hadapan para kepala daerah se-Indonesia.

Di hadapan para wali kota yang hadir, Menko AHY juga mengingatkan tantangan nyata yang tengah dihadapi perkotaan di Indonesia saat ini, yaitu tingginya tekanan urbanisasi. Perpindahan penduduk ke area perkotaan yang masif menuntut kesiapan daya dukung kota yang jauh lebih kuat.

Oleh karena itu, AHY menekankan bahwa pembangunan konektivitas yang terintegrasi harus ditempatkan sebagai prioritas utama. Tujuannya agar mobilitas manusia, distribusi barang, dan perputaran jasa dapat berjalan jauh lebih efisien tanpa menyisakan masalah kemacetan atau penumpukan logistik.

Guna mewujudkan visi tersebut, Menko Infrastruktur ini mendorong seluruh pemerintah kota untuk mulai beralih menggunakan pendekatan ilmiah dalam merancang pembangunan daerah. Pembangunan kota modern tidak bisa lagi dilakukan secara konvensional atau sekadar tebak-tebakan.

Beberapa poin krusial yang digarisbawahi oleh AHY meliputi, Pendekatan berbasis riset: Memastikan setiap proyek pembangunan didasari oleh kajian dampak yang matang.

Inovasi dan pemanfaatan teknologi: Menggunakan data yang akurat untuk memetakan kebutuhan wilayah secara real-time. Kolaborasi lintas sektor: Membuka ruang sinergi antara pemerintah pusat, daerah, swasta, dan masyarakat.

"Pembangunan yang didukung data dan kolaborasi lintas sektor akan menghasilkan kota-kota yang lebih kompetitif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata," pungkas AHY.

(JW/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi