Guru dan Siswa YPSA Medan Ciptakan Bioplastik Sanseplast, Raih Medali Emas di Japan Idea Invention Expo

Guru dan Siswa YPSA Medan Ciptakan Bioplastik Sanseplast,  Raih Medali Emas di Japan Idea Invention Expo
Guru dan Siswa YPSA Medan Ciptakan Bioplastik Sanseplast, Raih Medali Emas di Japan Idea Invention Expo (Analisadaily/Reza Perdana)

Analisadaily.com, Medan — Keresahan terhadap limbah plastik pembungkus sayur dan buah di pusat perbelanjaan modern menginspirasi sekelompok siswa berbakat dari Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) Medan untuk menciptakan sebuah inovasi brilian bernama Sanseplast.

Di bawah bimbingan Dicky Mahaputra Tarigan selaku Guru Pendamping Ekstrakurikuler Penelitian YPSA, tim siswa yang tergabung dalam Tim Sanseplast berhasil merancang kantong plastik biodegradable (ramah lingkungan) yang tidak hanya mudah terurai.

Menurut Dicky Mahaputra Tarigan, ide ini tercetus dari keprihatinan atas maraknya penggunaan kantong plastik konvensional pada komoditas sayuran seperti kangkung dan wortel di supermarket yang sulit terurai dan mencemari lingkungan.

"Keresahan kami terhadap kantong plastik yang biasanya digunakan oleh sayur dan buah yang ada di supermarket. Nah, Bioplastik Sanseplast ini bahan-bahannya dibuat dari tanaman lidah mertua, dan ada beberapa bahan lainnya yang dikombinasikan," jelas Dicky, Rabu (29/7/2026).

Keunikan utama dari Bioplastik Sanseplast terletak pada fitur tambahannya. Plastik tersebut ada anti bakteri yang bertahan lama. Ketika plastik dibuang atau dimasukkan ke dalam tanah setelah tidak digunakan, materialnya akan terurai secara alami.

“Inovasi ini sekaligus memberikan unsur edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan,” ungkap Dicky.

Dijelaskan Dicky, riset pembuatan bioplastik ini memakan waktu kurang lebih selama tiga bulan. Tim melibatkan kerja sama dengan laboratorium teknik kimia khusus di Universitas Sumatera Utara (USU) untuk memastikan bahwa produk akhir aman digunakan dan memenuhi standar keselamatan laboratorium (safety lab).

Meskipun saat ini masih berada dalam tahap prototipe skala kecil, bahan baku utamanya tergolong mudah diperoleh dengan biaya produksi yang masih sangat terjangkau.

Dari segi legalitas, inovasi ini telah didaftarkan Hak Ciptanya ke kementerian terkait, dan saat ini sedang dalam proses pengajuan paten.

Mengharumkan Nama Indonesia di Kancah Internasional

Bioplastik Sanseplast (Analisadaily/Reza Perdana)
Kerja keras dan inovasi luar biasa ini berbuah manis di kancah global. Tim Sanseplast YPSA yang beranggotakan Nayla Nazhifah Adam Harahap, Ananda Rizky Putra Fandika, Raffa Zahra Ayudina, Rizki Aditya Adha Nasution, dan Talitha Gendis Kesuma (siswa kelas 11 dan 12) sukses meraih Medali Emas dalam ajang Japan Idea Invention Expo (JDIE) di Osaka, Jepang.

Ajang bergengsi tingkat dunia ini diselenggarakan oleh World Intellectual Properties Association (WIPA)yang berpusat di Taipei, Taiwan, dan diikuti oleh sekitar 250 tim dari lebih dari 15 negara di seluruh dunia.

Di antara 20-an kategori yang dilombakan, Tim Sanseplast YPSA berhasil unggul dalam kategori Packaging yang Ramah Lingkungan.

(RZD/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi