Wamen ESDM Tinjau PLTP Sarulla, Soroti Tantangan Teknis hingga Harapan Penyesuaian Tarif untuk Dongkrak PAD Tapanuli Utara (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Tapanuli Utara — Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, melakukan kunjungan kerja strategis ke lokasi operasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla Operation Ltd (SOL) di Namora I Langit (NIL), Pahae, Kabupaten Tapanuli Utara, pada Jumat (31/7).
Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung potensi serta peluang pengembangan salah satu proyek panas bumi terbesar di Indonesia tersebut.
Dalam peninjauan ini, Wamen ESDM didampingi oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Kepala Direktorat Jenderal EBTKE Eng. Eniya Listiani Dewi, Direktur Manajemen Proyek dan EBTKE PT PLN (Persero) Suroso Isnandar, serta Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat.
Kehadiran rombongan disambut langsung oleh CEO SOL Taku Kimura, COO SOL Riza Pasikki, dan Direktur Utama PT Medco Power Indonesia Eka Satria.
Di balik potensi besar yang dimiliki PLTP Sarulla, Chief Operating Officer (COO) SOL, Riza Pasikki, memaparkan sejumlah tantangan teknis yang sedang dihadapi perusahaan.
Menurutnya, area Namora I Langit saat ini mengalami kendala akibat tingginya kadar asam (acid) pada sumur panas bumi.
"Kondisi ini menyebabkan kebutuhan biaya perawatan sumur dan operasional pendukung meningkat, serta berdampak pada produksi listrik yang belum mencapai kapasitas optimal dan mengalami penurunan," jelas Riza.
Kendati demikian, pihak manajemen SOL menegaskan komitmen penuh untuk terus menjaga keandalan pembangkit. Berbagai langkah optimalisasi operasi dan pemeliharaan terus digenjot agar suplai listrik bagi masyarakat tetap terjaga secara maksimal.
Selain membahas tantangan teknis, pihak SOL turut menyampaikan aspirasi terkait perlunya penyesuaian tarif harga jual listrik.
Menurut Riza, realisasi penyesuaian tarif tersebut akan membuka jalan bagi ekspansi dan potensi pengembangan Proyek Sarulla yang jauh lebih masif ke depannya.
Langkah ini dinilai tidak hanya memperkuat keandalan pasokan listrik PT PLN (Persero) untuk masyarakat luas, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah.
Peningkatan kapasitas dan operasional PLTP Sarulla diyakini mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tapanuli Utara, yang pada gilirannya akan mempercepat roda pembangunan serta mendongkrak kesejahteraan masyarakat setempat.
(CAN/RZD)