Direksi KOGANA Sumut Dilantik, KOGANA Akan Siapkan EWS dan Relawan Kebencanaan yang Kompeten

Direksi KOGANA Sumut Dilantik, KOGANA Akan Siapkan EWS dan Relawan Kebencanaan yang Kompeten
Direksi KOGANA Sumut Dilantik, KOGANA Akan Siapkan EWS dan Relawan Kebencanaan yang Kompeten (Analisadaily/zulnaidi)

Analisadaily.com, Medan — Di tengah tingginya potensi bencana di Sumatera Utara, kehadiran relawan menjadi harapan sekaligus kekuatan utama dalam upaya penyelamatan dan pemulihan. Momentum pelantikan Direksi Yayasan Komunitas Siaga Bencana (KOGANA) Sumut pun menjadi simbol penting bangkitnya semangat kemanusiaan dan solidaritas di daerah ini.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyampaikan apresiasi atas dedikasi KOGANA yang selama ini aktif sebagai mitra strategis dalam penanggulangan bencana.
Dalam sambutan Kepala BPBD Sumut Tuahta Ramajaya Saragih yang disampaikan perwakilan BPBD Sumut di pelantikan Direksi KOGANA Sumut di Sena Kopi Medan, Jumat (1/5/2026), ditegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah nyata memperkuat kesiapan organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan kebencanaan.
“KOGANA telah menunjukkan komitmennya sebagai organisasi relawan yang konsisten bergerak di bidang kebencanaan. Pelantikan ini menjadi bentuk kesiapan internal untuk terus menjaga eksistensi dan meningkatkan peran di tengah masyarakat,” ujarnya.
Realitas Bencana yang Tak Bisa Diabaikan
Sumatera Utara masih dihadapkan pada ancaman bencana yang kompleks dan berulang. Sepanjang tahun 2023, tercatat ratusan kejadian bencana yang didominasi banjir, longsor, dan kebakaran hutan. Dampaknya tidak hanya merenggut korban jiwa, tetapi juga memaksa ribuan warga mengungsi serta merusak berbagai fasilitas umum.
Situasi tersebut bahkan meningkat pada tahun 2024, dengan jumlah kejadian yang lebih tinggi dan kerusakan yang semakin meluas, mulai dari rumah warga hingga fasilitas pendidikan dan kesehatan.
Namun, di balik angka-angka itu, ada kisah tentang ketangguhan, kepedulian, dan gotong royong yang terus hidup di tengah masyarakat.
Pelajaran dari Tragedi Besar
Ingatan akan bencana banjir dan longsor pada November 2025 masih membekas kuat. Bencana yang melanda puluhan kabupaten/kota di Sumatera Utara itu menelan ratusan korban jiwa dan menjadi salah satu tragedi kemanusiaan terbesar di wilayah ini dalam beberapa tahun terakhir.
Bencana tersebut bahkan meluas hingga ke Provinsi Aceh dan Sumatera Barat, menuntut respons cepat, besar, dan kolaboratif lintas wilayah.
Dalam kondisi itulah, kata Kepala BPBD, peran relawan menjadi sangat vital. Lebih dari 70 organisasi dengan ribuan personel turun langsung ke lapangan, bekerja tanpa lelah membantu evakuasi, distribusi bantuan, hingga pendampingan korban. Mereka hadir bukan karena kewajiban, tetapi karena panggilan kemanusiaan.
Kolaborasi
Pemerintah menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, relawan, dan seluruh elemen masyarakat.
Organisasi seperti KOGANA diharapkan terus memperkuat kapasitasnya, tidak hanya saat tanggap darurat, tetapi juga dalam upaya pencegahan melalui edukasi, pelatihan, dan sosialisasi kepada masyarakat.
Dengan manajemen yang solid dan jaringan yang luas, relawan dapat menjadi garda terdepan dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana.
Prof Bahdin Nur Tanjung selaku Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Sumut mengucapkan apresiasi atas pelantikan Direksi KOGANA Sumut.
Menurutnya KOGANA adalah mitra FPRB yang sudah teruji dalam menangani bencana yang ada baik di Sumut maupun skala nasional di NKRI. Ke depan diharapkan Kogana lebih memperluas cakupan program kerja.
Direksi KOGANA Dr. Ir. Herri Trisna Frianto mengaku akan membawa organisasi menjadi lebih bak lagi. Dia sudah merencanakan program pengembangan dengan membuat early warning system (EWS) kebencanaan. Dengan sistem tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko bencana.
Selain itu, dia juga sudah membangun jaringan dengan salah satu kementerian untuk melatih para relawan bencana. "Jadi nanti akan kita buat pelatihan relawan kebencanaan. Karena salah satu masalah adalah kita kekurangan relawan dan kalaupun ada relawan tidak memiliki kompetensi. Kogana akan mencoba mengatasi masalah ini selama kepengurusan ini," jelasnya seraya menambahkan, Kogana juga akan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak seperti universitas dan perguruan tinggi maupun organisasi lainnya.
Susunan Struktur Drektorat KOGANA
Dewan Direksi yakni : Dr. Ir. Herri Trisna Frianto, S. T., M. T. (Direktur/ Kordinator), Yanuar, S. E. M. Si. (Wakil Direktur I / Wakil Kordinator) dan Ariza Putra (Wakil Direktur II / Wakil Kordinator).
Dewan Pengawas Prof Dr Drs Syahrul Humaidi, M. SC dan Fandi Ahmad, S. T. Direksi juga dibantu Kepala Bagian, Deputi Bidang Sosial dan Kesehatan Reniwati Lubis, S. E. M. Pd. Deputi Bidang Penddikan & Pelatihan Andika Pratama, S.T. Deputi Bidang Humas dan Media Abdurrasyid Aulia Rahman, S. Kim. M.Kom.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat diisi dengan pemotong tumpeng dan dihadiri jajaran Basarnas SU, BPBD SU, Pembina, Pengurus, Pengawas Yayasan KOGANA, unsur Perguruan Tinggi dari Universitas Sumatera Utara, Politeknik Negeri Medan, Politeknik Negeri Media Kreatif dan PSDKU Medan.
(NAI/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi