Pemulihan Aceh Tamiang,.Matriks Unimed Hadirkan Inovasi Sistem Air Bersih

Pemulihan Aceh Tamiang,.Matriks Unimed Hadirkan Inovasi Sistem Air Bersih
Pemulihan Aceh Tamiang,.Matriks Unimed Hadirkan Inovasi Sistem Air Bersih (Analisadaily/istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Komunitas Mahasiswa Sistem Tenaga Listrik (Matriks) Universitas Negeri Medan (Unimed) menghadirkan inovasi teknologi tepat guna (TTG) melalui implementasi sistem penyediaan air bersih berbasis tenaga surya dan smart hidroponik bagi masyarakat terdampak bencana di Desa Rimba Sawang, Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang.

Ketua tim pengabdian, Ir Denny Haryanto Sinaga, SPd, MEng dalam keterangan diterima di Medan, Senin (27/4) menjelaskan, rangkaian program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan intensif selama 30 hari, terhitung sejak Februari hingga Maret 2026. Melalui skema "Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatera" yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), para mahasiswa melakukan langkah transformasi infrastruktur dan sosial pascabencana banjir bandang tahun 2025.
Fokus utama kegiatan ini, katanya, adalah pemulihan kondisi sosial-ekonomi serta penguatan kapasitas sumber daya manusia secara sistematis. Bencana banjir yang terjadi pada akhir 2025 lalu tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga menutup akses sumber air bersih warga. Akibatnya, masyarakat terpaksa menggunakan sumber air alternatif dengan kualitas buruk yang berpotensi mengganggu kesehatan.
Sebagai solusi, tim Matriks Unimed menghadirkan sistem penyediaan air bersih yang mengintegrasikan teknologi filtrasi Reverse Osmosis (RO) dengan sumber energi mandiri dari panel surya. Teknologi ini mampu menyaring sumber air berkualitas rendah menjadi air bersih layak konsumsi melalui sistem filtrasi membran yang ditenagai sepenuhnya oleh energi matahari. Hal ini memungkinkan masyarakat memperoleh akses air secara mandiri tanpa bergantung pada jaringan listrik konvensional, sehingga menjamin kemandirian air bersih di wilayah tersebut.
Selain penyediaan air bersih, jelasnya, tim mahasiswa juga mengembangkan smart hidroponik sebagai solusi pertanian modern yang efisien dan adaptif terhadap kondisi lingkungan pascabencana. Sistem ini memungkinkan petani melakukan budidaya tanaman dengan pengelolaan nutrisi dan sirkulasi air yang terkontrol, sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga meskipun di lahan terdampak. Keandalan operasional kedua teknologi ini didukung penuh oleh peran strategis Pusat Unggulan IPTEK Innovation Centre of Renewable Sources and Waste Integration for Sustainable Energy (PUI-PT Innerwise).
PUI-PT Innerwise terlibat dalam memberikan sinergi berupa saran teknis mendalam serta supervisi pada tahap perancangan sistem guna memastikan teknologi yang diimplementasikan memiliki standar yang tinggi dan durabilitas jangka panjang.
Dimensi transformasi sosial juga diperkuat melalui pendampingan edukasi bagi anak-anak desa. Selama masa pengabdian, mahasiswa menyelenggarakan program pembelajaran interaktif untuk mendukung pemulihan psikososial dan membangkitkan kembali motivasi belajar.
Seluruh program dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan posyandu desa dan kelompok tani sebagai mitra. Pendekatan multidimensi ini memastikan bahwa pemulihan tidak hanya terjadi pada aspek teknis, tetapi juga pada aspek literasi melalui pelatihan, pendampingan operasional serta penguatan manajemen kelompok agar masyarakat mampu mengelola teknologi tersebut secara mandiri dan berkelanjutan.
Datuk Penghulu Desa Rimba Sawang, Said Razali, menilai program ini memberikan dampak signifikan bagi kinerja layanan publik di desanya melalui kepastian akses terhadap kebutuhan dasar. "Kami mengapresiasi kinerja tim mahasiswa Matriks Unimed yang menghadirkan penerapan teknologi serta mendampingi warga secara langsung. Kehadiran sistem air bersih berbasis Reverse Osmosis dengan tenaga surya serta sistem pertanian hidroponik sangat membantu kami bangkit kembali setelah masa sulit banjir bandang," ungkap Said Razali.
Seluruh capaian program ini merupakan hasil kolaborasi yang dipandu tim dosen pembimbing beranggotakan Ir Muhammad Aulia Rahman Sembiring, S.T., M.T., dan Hasianna Nopina Situmorang, S.T., M.Sc. Melalui bimbingan terstruktur dari tim dosen dan dukungan teknis PUI-PT Innerwise, inovasi mahasiswa diarahkan untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam penyediaan air bersih (SDG 6), energi bersih (SDG 7) dan penguatan ekonomi desa (SDG 8). Keberhasilan ini membuktikan efektivitas sinergi antara Kemendiktisaintek, Perguruan Tinggi dan mahasiswa dalam menciptakan transformasi pascabencana yang berkelanjutan.
(AMAD/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi