SRE USU Gelar RE-Talks Vol. 1: Mengupas Potensi Indigofera sebagai Bahan Bakar Masa Depan

SRE USU Gelar RE-Talks Vol. 1: Mengupas Potensi Indigofera  sebagai Bahan Bakar Masa Depan
SRE USU Gelar RE-Talks Vol. 1: Mengupas Potensi Indigofera sebagai Bahan Bakar Masa Depan (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Medan – Society of Renewable Energy (SRE) Universitas Sumatera Utara sukses menyelenggarakan RE-Talks Vol. 1, sebuah public talk show edukatif yang berfokus pada transisi energi berkelanjutan.
Bertempat di Sapadia Guest House,
acara ini mengangkat tema "Utilizing Biomass as a Renewable Energy Solution for a Sustainable Future" guna mendorong inovasi energi hijau di kalangan mahasiswa dan
masyarakat umum.
Dalam sesi utama, Vikram Alexander, S.T., M.T., pakar sekaligus Dosen Teknik Kimia dari Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI), memaparkan temuan risetnya mengenai tanaman Indigofera zollingeriana. Tanaman yang selama ini lazim dikenal hanya sebagai pakan ternak, ternyata memiliki potensi besar sebagai material fungsional dalam pembuatan biodiesel.
"Biomassa adalah sumber energi terbarukan yang bisa menjadi bahan bakar sekaligus material fungsional," ujar Vikram Alexander dalam paparannya. Beliau menekankan bahwa Indonesia, sebagai penghasil sawit terbesar di dunia, memiliki kedaulatan energi yang sangat besar jika mampu mengoptimalkan sumber daya lokal
sebagai katalis ramah lingkungan.
Director of Project SRE USU, Gizkha Maulana Herman, menjelaskan alasan di balik pemilihan topik ini. Menurutnya, biomassa dipilih sebagai pembuka rangkaian RETalks karena paling dekat dengan kehidupan sehari-hari dan mudah dipahami oleh mahasiswa dari berbagai latar belakang. Mengingat melimpahnya limbah pertanian
dan kehutanan di Indonesia, SRE USU ingin membangun kesadaran dasar melalui sesuatu yang "dekat dan nyata".
"Pesan utama yang ingin kami sampaikan adalah potensi energi terbarukan tidak selalu sesuatu yang jauh atau high-tech, justru sering kali ada di sekitar kita.
Mahasiswa diharapkan mulai lebih peka melihat peluang di lingkungan sekitar, serta menyadari bahwa transisi energi bisa dimulai dari hal-hal sederhana dan lokal," ungkap Gizkha.
Vikram membagikan detail teknis mengenai proses konversi daun Indigofera menjadi katalis melalui tahap kalsinasi pada suhu optimal 700°C. Inovasi ini telah teruji mampu
menghasilkan yield biodiesel hingga 94,20%, yang memenuhi standar kualitas
internasional EN 14214 dan ASTM. Riset ini sendiri telah dipublikasikan pada jurnal internasional terindeks Scopus, Results in Engineering.
Acara RE-Talks merupakan inisiatif rutin dari SRE USU untuk meningkatkan
kesadaran akan pentingnya beralih dari energi fosil ke energi terbarukan. Selain
membahas biomassa darat, diskusi ini juga memberikan bocoran untuk agenda
mendatang. Gizkha Maulana Herman memberikan "teaser" bahwa setelah biomassa darat, SRE USU berencana mengeksplorasi sumber energi lain yang lebih inovatif seperti mikroalga, yang memiliki potensi tinggi sebagai biofuel generasi lanjut.
Society of Renewable Energy (SRE) Universitas Sumatera Utara adalah organisasi mahasiswa yang bergerak dalam bidang edukasi, pengembangan, dan penerapan energi terbarukan. SRE USU berkomitmen untuk menjadi wadah kolaborasi bagi inovator muda dalam mengakselerasi transisi energi di Indonesia.
(NAI/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi