Zuriat Kesultanan Negeri Langkat saat menggelar Halalbihalal (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Langkat - Generasi ke-14 Kesultanan Negeri Langkat menggelar kegiatan halalbihalal bersama para zuriat di Gedung Perpustakaan Masjid Azizi, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Kamis (16/4/2026) siang.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat Idulfitri 1447 Hijriah ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi forum penting untuk membahas persoalan aset Kesultanan Negeri Langkat yang saat ini banyak dikuasai oleh pihak di luar kesultanan.
Dalam kesempatan tersebut, Putra Mahkota Kesultanan Negeri Langkat, Tengku Arifanda Aziz, menegaskan komitmen untuk segera mengambil kembali aset-aset milik kesultanan. Langkah ini dinilai penting sebagai upaya mengembalikan kejayaan Kesultanan Melayu Langkat sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Aset-aset kesultanan harus kita jaga dan kembalikan. Ini bukan hanya soal sejarah, tetapi juga masa depan kesejahteraan masyarakat Langkat,” ujarnya.
Adapun sejumlah aset yang menjadi fokus pengembalian antara lain lahan, perkebunan, cadangan minyak di Pangkalan Brandan, serta berbagai peninggalan sejarah lainnya yang berada hingga ke luar negeri, termasuk di Belanda.
Upaya ini mendapat dukungan penuh dari para zuriat Kesultanan Langkat. Mereka sepakat mendorong percepatan pengambilalihan aset demi kepentingan bersama, khususnya dalam mendukung pembangunan ekonomi masyarakat.
Untuk memperkuat langkah tersebut, pihak kesultanan telah menunjuk tim kuasa hukum yang terdiri dari Syarwani, Ariffani, serta notaris Nur Alam. Melalui pendekatan ini, kesultanan berharap pihak-pihak yang saat ini menguasai aset dapat mengembalikannya secara sukarela tanpa harus menempuh jalur hukum.
Menurut Tengku Arifanda Aziz, pengembalian aset ini juga bertujuan untuk melestarikan nilai sejarah dan budaya Kesultanan Negeri Langkat, sekaligus membuka peluang pengembangan sektor UMKM dan wisata budaya di daerah tersebut.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak-pihak yang mengatasnamakan Kesultanan Negeri Langkat untuk kepentingan pribadi.
“Jangan ada oknum yang mengklaim atau mengatasnamakan kesultanan demi kepentingan sendiri. Ini harus kita jaga bersama,” tegasnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, para peserta juga melakukan ziarah ke makam para Sultan Kesultanan Negeri Langkat yang berada di kompleks Masjid Azizi. Ziarah tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus napak tilas sejarah panjang kesultanan yang pernah berjaya di wilayah tersebut.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kerapatan Adat, Iqbal Panantuan Simangunsong. Hadir pula sejumlah zuriat dan tokoh adat Kesultanan Langkat, di antaranya T. Daniel Mozrad, Datok Cempa OKA Fadlan, Datok Padang Tualang Alimudin Yus, Datok Hinai Alimuddin, serta Datok Pantai Cermin Salman. Turut hadir pula Ketua Harian BKM Masjid Azizi, Andi Abas, serta Bendahara BKM, Wan Arif.
(NS/BR)