Ribuan Kader KOMBAT Aksi Damai, M Andika Kesuma Sitepu: Kami ‘Marah’ Surya Paloh Dilecehkan Melalui Pemberitaan (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Ribuan massa yang tergabung dalam Komando Bela Tanah Air (KOMBAT) Sumatera Utara menggelar aksi unjukrasa, Kamis (16/4/2026) terkait pemberitaan Majalan TEMPO yang dinilai telah merendahkan harkat dan martabat Surya Paloh yang juga ketua Umum DPP Partai NasDem.
Sebelum berkumpul di depan Pos Blok yang dulunya adalah kantor PT Pos Indonesia itu, dan menggelar orasi, ribuan massa yang merupakan kader KOMBAT dari Langkat, KOMBAT Deli Serdang, KOMBAT Kota Medan, KOMBAT Binjai, KOMBAT Tebingtinggi dan dari kabupaten/kota se Sumut konvoi kemudian berkumpul di Lapangan Merdeka.
Dalam orasinya di bawah terik matahari, Ketua Harian Dewan Pimpinan Wilayah KOMBAT Sumatera Utara M Andika Kesuma Sitepu di hadapan massa mewakili Ketua Umum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Komando Bela Tanah Air (KOMBAT) Sumatera Utara Ricky Anthony menyampaikan rasa amarah dari Ketua Umum DPW KOMBAT Sumut terkait pemberitaan Majalah TEMPO yang dinilai sudah merendahkan dan melecehkan Surya Paloh selaku Ketua Umum DPP NasDem.
"Ketua Umum KOMBAT Sumut sangat marah karena Surya Paloh yang merupakan salah seorang tokoh bangsa sudah direndahkan melalui pemberitaan di Majalah TEMPO. Apakah kita diam? Sebagai kader KOMBAT kita siap mati untuk membela Bapak Surya Paloh," demikian teriak M Andika Kesuma Sitepu dalam orasinya.
Sesungguhnya Kita sangat menghargai media, lanjutnya, dan kita butuh media. Namun media yang memberitakan tentang pendidikan, memberitakan yang benar sesuai dengan profesionalisme, kode etik jurnalistik. Bukan pemberitaan yang bohong dan bukan pemberitaan yang hoaks sehingga terjadi kesalahpahaman.
"Kita menduga ada orang–orang yang tidak suka dengan Surya Paloh. Ada orang-orang yang mencoba meminta sehingga Bapak Surya Paloh dilecehkan, direndahkan sehingga nama baik beliau tidak baik. Sehingga kita ingin bapak Surya Paloh dipulihkan namanya. Oleh karena itu KOMBAT Sumatera Utara kecewa dan marah kepada Majalan TEMPO. Kita mengutuk Majalah TEMPO yang sudah melakukan pemberitaan bohong, sehingga merugikan salah satu tokoh bangsa yang sudah berkontribusi kepada bangsa ini," teriaknya.
Usai orasi, M Andika Kesuma Sitepu didampingi Ketua KOMBAT Kota Medan Syamsir Pohan dan pengurus KOMBAT dsri kabupaten/kota lainnya menyampaikan, aksi damai yang digelar di kawasan Lapangan Merdeka tersebut dalam rangka untuk menunjukan kepada bangsa Indonesia bahwa KOMBAT marah, kecewa terhadap Majalah TEMPO yang menerbitkan pemberitaan yang tidak benar, yang bohong terhadap salah satu tokoh bangsa yang sudah banyak berkontribusi, telah banyak berjuang untuk bangsa Indonesia tapi dilecehkan dan direndahkan oleh salah satu majalah besar di Indonesia.
"Sehingga kita hadir di sini atas inisiatif sendiri, dan ramai–ramai hadir di sini untuk menunjukkan kekecewaan kita terhadap Majalah TEMPO. Kita minta kepada pihak Majalah TEMPO jangan lagi menerbitkan berita bohong. Kita tidak mau Majalah TEMPO merendahkan tokoh bangsa Surya Paloh," tegasnya.
Nanti Ke depannya, lanjutnya, akan terjadi lagi seperti ini. Lalu, bagaimana orang mau berkontribusi bagi bangsa. Sedangkan yang berkontribusi saja dilecehkan, direndahkan. "Apalagi masyarakat yang tidak berkontribusi. Surya Paloh sudah banyak berjasa terhadap bangsa ini," cetusnya bernada lirih.
Di kaver majalah itu, lanjut Andika, Surya Paloh digambarkan sebagai orang yang sudah sangat memprihatinkan dan tidak mampu lagi untuk memimpin sebuah partai karena finansial tidak ada. Padahal beliau sangat kuat secara finansial. Kalau boleh jujur beliau salah satu Ketua umum partai terkaya yang ada di Indonesia.
"Maaf cakap kalau membeli Majalah TEMPO tidak perlu lagi beliau, kami pun sanggup membeli majalah tersebut," cetus Andika.
Lalu, sambung Andika, isi pemberitaan itu tidak benar. Beliau mendirikan sebuah partai untuk melakukan perubahan bangsa ini. Sehingga beliau itu banyak dicintai. Bayangkan dari periode ke periode rating NasDem itu naik. Sekarang bahkan sudah 14 juta yang memilih Partai NasDem. Dari pemilu 1 dan sampai kini terus meningkat secara signifikan.
Beliau tidak pernah menceritakan akan menggabungkan partai. Yang beliau mau itu, menaikan parliamentary threshold. "Kita siap berapa pun itu yang dimintai negara. Mau 8 persen, 10 persen mau berapa persen, kami siap. Kami KOMBAT merasa karena kami paham, tahu informasi, ini tidak benar terkait pemberitaan mau menggabungkan partai tersebut. Beliau sangat siap baik secara pemikiran maupun ekonomi," pungkasnya.
(MC/RZD)