Diduga Oknum Satpam Aniaya Pelajar di Labura, Korban Alami Luka (Analisadaily/G Tambunan)
Analisadaily.com, Aek Natas — Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi. Seorang pelajar berinisial I, warga Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara, yang masih duduk di kelas I Madrasah Tsanawiyah (MTs) swasta, diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum petugas keamanan (satpam) di sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit, Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat korban bersama rekannya hendak menuju sungai. Namun, oknum satpam mendatangi korban karena mencurigainya melakukan perusakan salah satu pos di areal perkebunan milik perusahaan tersebut.
Tanpa penjelasan lebih lanjut, pelaku diduga langsung melakukan kekerasan fisik terhadap korban hingga menyebabkan luka memar di bagian leher.
“Saya dicekik hingga sulit bernapas, dan kepala saya dipukul menggunakan tangan,” ujar korban sembari menunjukkan luka memar di lehernya.
Sementara itu, orang tua korban mengaku sangat kecewa dan terpukul atas kejadian yang dialami anaknya. Ia mengaku hanya bisa terdiam saat melihat anaknya pulang dalam kondisi lemas.
“Waktu dia cerita kalau dicekik, saya langsung lemas. Dia bilang sempat susah napas. Sebagai ibu, saya tidak terima, tapi jujur saya juga masih bingung harus berbuat apa,” ungkap ibu korban saat ditemui di kediamannya.
Ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan tersebut tidak dapat dibenarkan, terlebih korban masih di bawah umur.
“Kami tidak terima perlakuan kasar ini. Apalagi dia masih anak-anak. Jika memang ada kesalahan, seharusnya dibicarakan baik-baik, bukan dianiaya,” ujarnya.
Meski demikian, pihak keluarga korban masih membuka peluang penyelesaian secara kekeluargaan dan menunggu itikad baik dari terduga pelaku.
“Kami masih menunggu itikad baik mereka. Jika tidak ada penyelesaian, maka kami akan membawa kasus ini ke jalur hukum,” tegas ibu korban.
(GT)(WITA)