DPRDSU Minta Pemprovsu Percepat Perbaikan Jalan Jembatan Merah - Simpang Gambir

DPRDSU Minta Pemprovsu Percepat Perbaikan Jalan Jembatan Merah - Simpang Gambir
DPRDSU Minta Pemprovsu Percepat Perbaikan Jalan Jembatan Merah - Simpang Gambir (Analisadaily/zulnaidi)

Analisadaily.com, Medan– Anggota DPRD Sumatera Utara Aswin Parinduri, mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) agar segera mempercepat perbaikan ruas jalan provinsi Jembatan Merah–Simpang Gambir di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Soalnya kondisi jalan yang rusak parah sangat membahayakan masyarakat.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRDSU ini meminta pengerjaan yang sebelumnya dijadwalkan dimulai Juni 2026 dapat dipercepat menjadi Mei 2026 guna mencegah semakin banyaknya insiden kecelakaan dan kerusakan kendaraan di jalur tersebut.
“Kalau bisa dipercepat pada Mei 2026, karena sudah banyak terjadi insiden di ruas jalan tersebut, termasuk truk yang terperosok dan beberapa kali viral di media sosial. Dengan dipercepatnya perbaikan, kita berharap dapat menghindari jatuhnya korban jiwa maupun kerugian harta benda masyarakat,” kata Aswin yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumut, ini Rabu (29/4) malam.
Meski demikian, Aswin tetap mengapresiasi langkah cepat Pemprovsu, khususnya Dinas Bina Marga Bina Konstruksi dan Cipta Karya, yang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp36,5 miliar untuk perbaikan jalan tersebut.
“Kita apresiasi keseriusan Pemprovsu dan Dinas PUPR yang sudah merespons keluhan masyarakat. Namun, melihat kondisi di lapangan saat ini, kami berharap pengerjaan bisa segera dimulai karena kerusakannya sudah sangat parah,” ujarnya.
Anggota Komisi D DPRD Sumut dari Daerah Pemilihan Sumut VII Tabagsel itu menilai ruas Jembatan Merah–Simpang Gambir merupakan jalur strategis penghubung menuju wilayah Pantai Barat Mandailing Natal, termasuk kawasan Natal.
Menurutnya, kondisi jalan yang rusak menyebabkan mobilitas masyarakat dan distribusi hasil perekonomian terganggu. Bahkan, waktu tempuh dari Jembatan Merah menuju Natal kini mencapai 4 hingga 5 jam akibat banyaknya titik jalan amblas dan rawan longsor.
“Ini akses penting masyarakat. Kalau terlalu lama dibiarkan, dampaknya bukan hanya ekonomi, tetapi juga keselamatan pengguna jalan,” tegasnya.
Berdasarkan laporan di lapangan, titik kerusakan terparah berada di wilayah Sopotinjak dan Bulusoma yang sempat viral di media sosial karena kondisi badan jalan ambles dan dipenuhi lubang besar. Di sejumlah titik, kendaraan bahkan harus melintas secara bergantian untuk menghindari kecelakaan.
Selain itu, ruas jalan di kawasan Tombang Kaluang hingga Batu Madinding, Kecamatan Batang Natal, juga mengalami kerusakan berat, terutama saat musim hujan. Jalan berlumpur dan licin sering menghambat aktivitas warga dan distribusi hasil pertanian maupun perkebunan.
Aswin menegaskan percepatan perbaikan sangat diperlukan agar masyarakat tidak terus-menerus menghadapi risiko kecelakaan saat melintasi jalur tersebut.
“Jangan sampai harus menunggu ada korban jiwa baru dilakukan percepatan. Karena itu, kami mendorong agar pengerjaan ini benar-benar menjadi prioritas utama Pemprovsu,” katanya.
Berdasarkan rencana penanganan Pemprovsu, fokus pengerjaan meliputi pembangunan Jembatan Aek Inumon I senilai Rp4,5 miliar dan Jembatan Aek Inumon II sebesar Rp4 miliar.
Selain itu, pemerintah juga akan melakukan penanganan titik longsor di ruas Muara Soma–Simpang Gambir dan Jembatan Merah–Muara Soma, termasuk pemeliharaan berkala jalan Muara Soma–Simpang Gambir senilai Rp6 miliar.
Perbaikan juga mencakup penanganan dek jalan yang tergerus luapan sungai sejak akhir 2025 serta pembangunan pengaman jalan di sejumlah titik rawan longsor.
“Kita berharap pengerjaan ini berjalan cepat, tepat waktu, dan berkualitas sehingga akses masyarakat menuju Pantai Barat Madina kembali aman dan normal dilalui,” pungkasnya.
(NAI/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi