Rumah Warga di Pardugul Hancur Tertimpa Pohon Kemiri, Seluruh Keluarga Selamat

Rumah Warga di Pardugul Hancur Tertimpa Pohon Kemiri, Seluruh Keluarga Selamat
Rumah Warga di Pardugul Hancur Tertimpa Pohon Kemiri, Seluruh Keluarga Selamat (Analisadaily/Tety Naibaho)

Analisadaily.com, Pangururan - Musibah pohon tumbang menimpa rumah milik Raban Sitanggang (yang akrab disapa Pak Dion), warga Desa Pardugul, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Senin (27/4/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.

Sebuah pohon kemiri roboh dan menghantam bangunan rumah hingga menyebabkan kerusakan berat, diperkirakan mencapai hampir 90 persen. Beruntung, saat kejadian seluruh anggota keluarga sedang tidak berada di dalam rumah.

Warga sekitar menyebutkan, anak bungsu keluarga tersebut yang masih berusia sekitar tiga tahun baru saja keluar dari rumah sekitar dua menit sebelum kejadian. Peristiwa ini pun disyukuri karena tidak menimbulkan korban jiwa.

Meski demikian, kerugian materi akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Kondisi ini semakin memprihatinkan karena keluarga Raban Sitanggang tergolong warga kurang mampu.

Mak Dion boru Sagala dengan ketiga anaknya untuk sementara menompang di rumah keluarga (orangtua, red) yang juga berada di Desa Pardugul.

"Rata-rata peralatan rumah tangga juga hancur. Perlengkapan sekolah anak sulung saya yang masih kelas 5 SD juga banyak yang tidak bisa lagi digunakan," jelasnya

Kepala Desa Pardugul, Gunawan Sinurat, membenarkan kejadian tersebut. “Rumah korban mengalami kerusakan berat. Syukurnya tidak ada korban jiwa,” ujar Gunawan.

Pasca kejadian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samosir, Selasa (28/4/2026) turut turun ke lokasi untuk membantu proses evakuasi. Petugas bersama warga bergotong royong membersihkan puing-puing rumah dan batang pohon yang tumbang.

Sebagai bentuk empati, warga Desa Pardugul juga telah membuka donasi melalui grup komunikasi masyarakat guna meringankan beban keluarga korban. Selain itu, keluarga dan warga berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk membantu pembangunan kembali rumah beserta perlengkapan yang rusak.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih mengutamakan keselamatan, khususnya bagi warga yang tinggal di sekitar pepohonan besar seperti kemiri dan kelapa, dengan melakukan penebangan atau penataan ulang guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (TN)

(WITA)

Baca Juga

Rekomendasi