Jalan Nasional di Sipange Julu Rusak Parah, Anggota DPRD Sumut & Tokoh Muda Desak Perbaikan Segera

Jalan Nasional di Sipange Julu Rusak Parah, Anggota DPRD Sumut & Tokoh Muda Desak Perbaikan Segera
Jalan Nasional di Sipange Julu Rusak Parah, Anggota DPRD Sumut & Tokoh Muda Desak Perbaikan Segera (Analisadaily/istimewa)

Analisadaily.com, Tapsel - Jalan nasional di Desa Sipange Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, rusak parah akibat banjir pada akhir November 2025. Hingga kini, jalan tersebut belum diperbaiki dan sudah memakan banyak korban.

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Abdul Rahim Siregar ST, MT , yang juga politisi PKS, yang berasal dari Dapil Sumut 7 (Tapanuli Selatan, Padangsidempuan, Madina, Paluta dan Palas ), turun langsung ke lokasi dan menyatakan rasa malu karena jalan ini berada di dapilnya.
Dia meminta Presiden Prabowo Subianto, Gubernur Sumatera Utara dan Bupati Tapanuli Selatan segera memperbaiki jalan ini.
Balai Jalan Nasional diminta memberikan perhatian khusus, bahkan menggunakan dana tak terduga jika diperlukan, mengingat ini adalah jalan darurat yang vital.
"Saya malu sebagai anggota dewan karena sudah hampir lima bulan tidak ada perbaikan," ungkapnya.
Dia berharap ada anggaran pemeliharaan dari kementerian untuk segera menuntaskan perbaikan. "Kami menunggu, jangan sampai masyarakat melakukan upaya sendiri yang berbahaya," tutup Ketua Pansus Aset Pemprovsu DPRD ini.
Selain itu, tokoh muda Tapsel, Marli Pulungan, juga menyampaikan kekecewaannya. Marli, pemuda asal Sipange, menegaskan betapa lambannya respons kementerian dan Balai Jalan Nasional. "Ini harus segera dituntaskan, ini jalan vital bagi kami," ujarnya.
Dia berharap perbaikan segera dilakukan agar warga tidak terus menderita. "Kami menunggu dengan harapan, jangan biarkan ini berlarut-larut," tutupnya.
Mursal Nasution sebagai Kepala Desa Sipange Julu juga sangat berharap kerusakan jalan nasional ini, bisa segera diperbaiki untuk kenyamanan masyarakat sekitar dan pengguna jalan.
Abdul Rahim menambahkan bahwa ini adalah masalah yang tidak bisa ditunda. Dia berharap Kementerian Pekerjaan Umum segera mengalokasikan anggaran pemeliharaan agar masyarakat tidak terus menderita. "Kami akan terus mengawasi progres ini," ujar anggota Komisi D DPRD Sumut ini.
(NAI/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi