Sunggul Sinaga bersama putrinya, Frisya Sola Fide Sinaga (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Sidikalang – Frisya Sola Fide Sinaga asal Sidikalang Kabupaten Dairi dinyatakan diterima di 10 kampus top di luar negeri.
Sunggul Sinaga (56), ayah dari Frisya membenarkan kabar luar biasa menyenangkan dimaksud, Senin (8/6).
“Anak kami Frisya dinyatakan masuk di 10 perguruan tinggi top dunia di luar negeri,” kata Sunggul.
Kampus dimaksud diantaranya University Of Toronto (Kanada), Australian National University, Monash University, University of Queensland Australia, University of New South Wales (UNSW) Australia, Adelaide University dan Curtin University.
Dijelaskan, anak ke 2 dari 3 bersaudara ini akhirnya memutuskan akan lanjut ke University of New South Wales (UNSW).
Biaya pendidikan diperoleh melalui beasiswa Garuda bantuan Pemerintah Repubik Indonesia.
“Frisya memutuskan lanjut ke UNSW jurusan teknik pertambangan,” kata Sunggul.
Diterangkan, perempuan manis berambut keriting itu merupakan siswa di SMA Pradita Dirgantara Nusantara angkatan 06 Boyolali Jawa Tengah.
Yakni, salah satu lembaga pendidikan menerapkan kurikulum internasional dan berasrama.
Kabar baiknya, 2 peserta didik sekolah model boarding scholl itu asal Sidikalang, sama-sama dinyatakan menang ke kampus mancanegara.
Temannya, atas nama Irvin Siahaan anak dari staf Kejaksaan Negeri (Kejari) Dairi, Desmond Siahaan.
Sunggul menyebut, sejak masuk di bangku SMP, si buah hati telah menancapkan cita-cita kuliah di negara lain. Obsesinya tinggi. Itu relevan dengan kecerdasan.
“Anak saya paling suka Bahasa Inggris dan Matematika. Jadi, selaras dengan program studi impian,” kata Sunggul.
Sunggul menyebut, beralamat di Jalan Sisingamangaraja Bawah Sidikalang. Dulunya sempat merantau ke Tangerang. Kini intens menggeluti budidaya cabe dan tomat di Panji Bako Desa Sitinjo 2.
“Tomat kita, lagi panen, nih. Saya konsentrasi di dunia budidaya tanaman buat biaya hidup keluarga,” kata Sunggul.
Informasi kelulusan Frisya diterima saat dirinya lagi istirahat di ladang.
“Saat istirahat dan minum kopi, telepon masuk. Anak saya turut menjadi pemenang ke kampus terkenal,” kata Sunggul.
(SSR/RZD)