BBKSDA Sumut Pasang Kamera Trap di Lokasi Penemuan Diduga Jejak Kaki Harimau (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Tapanuli Utara - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memasang kamera trap di lokasi temuan jejak diduga kaki harimau di Desa Pancurbatu, Kecamatan Adiankoting, dan Desa Parbubu, Kecamatan Tarutung.
Anggota Tim Penanganan Konflik BBKSDA Provinsi Sumut, Sahat Berutu mengatakan, pemasangan kamera trap ini dilakukan untuk memantau dan memastikan keberadaan maupun pergerakan binatang yang diduga harimau itu.
"Kita sudah memasang kamara trap di Pancurbatu dan Parbubu Tarutung," ujarnya kepada wartawan, Jumat (24/7).
"Pemasangan kamera untuk melihat dan memantau keberadaannya (harimau)," sambungnya.
Dia mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal terhadap jejak, pihaknya menyakini jejak tersebut jenis kaki harimau.
"Jejak tersebut identik dan mirip kaki harimau," ucapnya.
Dia menegaskan, untuk mengetahui lebih jelas apakah jejak tersebut memang benar-benar kaki harimau, nantinya akan terlihat lebih melalui kamera trap yang dipasang.
Dia juga mengatakan bila memang terbukti, maka kemunculan harimau tersebut ke kawasan perladangan diduga karena merasa terusik di dalam hutan.
"Mungkin merasa terusik di hutan," imbuhnya.
Bila nanti terbukti ditemukan kemunculan harimau tersebut, akan dilakukan langkah penanganan seperti penggiringan bersama harimau ke dalam hutan.
"Penggiringan dilakukan dengan menggunakan suara seperti bunyi-bunyian, petasan, meriam, agar dia kembali ke hutan. Sebab hutan adalah home rest atau wilayahnya," katanya.
Warga Desa Pancurbatu, Kecamatan Adiankoting dan Desa Parbubu Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) sebelumnya menemukan jejak diduga kaki harimau di perladangan atau sekitar 500 meter dari perkampungan. Situasi ini membuat warg merasa was-was.
(CAN/RZD)