Sutarto Desak Pemerintah Prioritaskan Nasib Penanganan Febiola Purba (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Sutarto mendesak pemerintah memprioritaskan nasib Febiola Purba (16) dan para siswa-siswi Berastagi, Kabupaten Karo yang belum kunjung membaik diduga akibat keracunan MBG beberapa waktu lalu.
Diberitakan sebelumnya, hampir satu bulan Febiola Purba (16) sejak menderita keracunan setelah menyantap menu MBG (13/8/2026) lalu. Hingga hari ini, Rabu (9/9/2026) Febiola telah menjalani perawatan di lima rumah sakit mulai dari RS Kabanjahe, RS Amanda Karo, RS Efarina, RS Haji Medan hingga RSUP Adam Malik.
Febiona kerap mengalami kejang, lidah tertarik ke dalam, tubuh lemas, hingga gangguan ingatan.
Menanggapi hal tersebut, Sutarto meminta pemerintah untuk memperhatikan penanganan Febiona hingga sembuh seperti sediakala.
"Hasil kajian pemeriksaan Laboratorium agar transparan di buka terkait jenis racun karena terkait penangannya. Ini juga menjadi evaluasi total bagi kita bersama," katanya, Rabu (9/9/2026).
Sutarto menjelaskan, pihaknya telah menjenguk Febiola, Sabtu(22/8/2026). Menurut Sutarto kondisi Febiola masih terbaring di rumah sakit dan mengeluhkan kondisi perut serta sakit di bagian kepala.
"Pada saat itu ia (Febiola) mengatakan bahwa tidak bisa berdiri terlalu lama. Kemudian dia meminta izin agar berbaring di saat kami tengah berbincang kepadanya. Ini menunjukkan kondisinya masih belum stabil," jelasnya.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut itu meminta Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil alih peristiwa yang menimpa putri pasangan Icuk Sugiarto Purba dan Elvinus Lusiana Sitanggang itu.
"Kita juga harus perhatikan bagaimana kondisi orangtuanya yang telah selama sebulan mendampingi anaknya di rumah sakit. Saya turut prihatin, bagaimanapun Febiola merupakan siswa yang berprestasi," jelasnya.
Sutarto juga menjelaskan, pemerintah dalam hal ini melalui BGN, harus segera menindaklanjuti hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) para orangtua korban dengan DPRD Karo.
"Para orangtua meminta kompensasi, kepastian biaya rumah sakit hingga penanganan anak-anak pasca keracunan MBG ini," imbuhnya.
Sutarto juga mendesak pemerintah agar melakukan investigasi menyeluruh dan pemberian sanksi tegas kepada para pihak terkait.
"Saya bisa memahami kecemasan para orang tua yang anaknya tertimpa musibah tersebut. Kita inginkan kejadian serupa tidak boleh terulang lagi," tegasnya.
(NAI/NAI)











