Ihwan Ritonga Dukung Jalan Alternatif Medan-Berastagi, Dorong Sinergi APBN dan APBD

Ihwan Ritonga Dukung Jalan Alternatif Medan-Berastagi, Dorong Sinergi APBN dan APBD
Ihwan Ritonga Dukung Jalan Alternatif Medan-Berastagi, Dorong Sinergi APBN dan APBD (Analisadaily/zulnaidi)
Analisadaily.com, Medan – Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut) Ihwan Ritonga mendukung rencana Gubernur Sumut Bobby Nasution membangun jalan alternatif Medan-Berastagi.
Menurutnya, pembangunan jalur tersebut merupakan langkah strategis untuk membuka akses baru sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di kawasan Karo.
Ihwan mengatakan, di tengah keterbatasan kemampuan anggaran daerah, pembangunan jalan alternatif tersebut perlu dilakukan melalui sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
“Tujuan Pak Gubernur baik. Artinya, paling tidak bisa menjadi sharing antara APBN dengan APBD,” ujar Ihwan di DPRD Sumut, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, pola pembiayaan bersama antara pemerintah pusat dan daerah bukan hal baru. Ia menilai konsep serupa telah diterapkan dalam sejumlah pembangunan ketika Bobby Nasution masih menjabat sebagai Wali Kota Medan.
Karena itu, Ihwan mengapresiasi keberanian Pemprov Sumut kembali mendorong pembangunan jalur alternatif menuju Karo yang sebenarnya telah lama menjadi wacana.
“Ini konsep yang sudah lama. Gubernur-gubernur sebelumnya juga sudah merencanakan, tetapi belum berjalan. Saya kira di tangan Gubernur Bobby ini bisa dituntaskan dengan memasukkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan tiga kabupaten,” katanya.
Ihwan menilai pembangunan tersebut membutuhkan kolaborasi lintas pemerintahan, terutama karena jalur yang direncanakan akan bersinggungan dengan sejumlah wilayah kabupaten sebelum menuju Kabupaten Karo.
Ia juga mengingatkan agar pembangunan tidak dibebani target penyelesaian terlalu singkat. Menurutnya, proyek strategis seperti jalan alternatif Medan-Berastagi lebih realistis dikerjakan secara bertahap dengan perencanaan matang.
“Jangan ditargetkan satu tahun. Mungkin dua atau tiga tahun. Ini konsep yang harus kita support,” tegasnya.
Ihwan menyebut Kabupaten Karo memiliki posisi penting dalam pengembangan sektor pariwisata Sumut. Selain menjadi kawasan pertanian, Karo merupakan salah satu destinasi wisata utama yang memiliki daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Karena itu, keberadaan akses jalan alternatif dinilai bukan sekadar solusi terhadap persoalan konektivitas, tetapi juga dapat menjadi investasi jangka panjang bagi pengembangan ekonomi kawasan.
“Kita tahu Karo itu salah satu kabupaten yang menjadi pusat destinasi pariwisata di Sumatera Utara. Saya kira ini langkah yang pas,” ujarnya.
Ihwan berharap rencana tersebut tidak berhenti sebagai wacana, melainkan segera diterjemahkan ke dalam perencanaan teknis, penganggaran, serta koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten yang wilayahnya terdampak pembangunan.
Menurutnya, jika seluruh pihak mampu membangun satu visi, jalan alternatif Medan-Berastagi dapat menjadi proyek bersama yang manfaatnya dirasakan masyarakat, dunia usaha, hingga sektor pariwisata.
“Kalau konsepnya jelas dan sinerginya kuat antara pusat, provinsi dan kabupaten, saya kira ini sangat mungkin diwujudkan. DPRD Sumut tentu mendukung langkah yang bertujuan memperkuat konektivitas dan mendorong kemajuan ekonomi daerah,” pungkasnya.
(NAI/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi