Bawaslu Goes To School di MAN 2 Madina, Pemilih Pemula Diajak Tak Sekedar Datang ke TPS

Bawaslu Goes To School di MAN 2 Madina, Pemilih Pemula Diajak Tak Sekedar Datang ke TPS
Bawaslu Goes To School di MAN 2 Madina. (Analisadaily/Rudi Erianto S)

Analisadaily.com, Mandailing Natal - Jangan hanya datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), mencoblos, lalu pulang. Pesan itu disampaikan Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Kabupaten Mandailing Natal, Bambang Saswanda, saat menggelar program Bawaslu Goes to School di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Mandailing Natal, Selasa (8/9/2026).

Di hadapan Kepala Madrasah, para dewan guru dan seluruh siswa MAN 2 Madina, Bambang mengajak generasi muda, khususnya pemilih pemula yang akan menggunakan hak pilih pada Pemilu 2029, ikut mengambil bagian dalam mengawasi jalannya pesta demokrasi.

Menurut Bambang, demokrasi bukan hanya tentang memberikan suara di bilik pencoblosan. Generasi muda juga memiliki peran penting untuk memastikan proses pemilu berlangsung jujur, adil dan sesuai aturan.

"Demokrasi itu bukan cuma soal datang ke TPS terus pulang. Sebagai generasi muda, kita punya kekuatan untuk menjaga kejujuran pemilu. Jangan biarkan masa depan kita dicurangi. Mari ambil peran, awasi bersama!" tegas Bambang.

Bambang juga memaparkan tugas dan fungsi Bawaslu dalam mengawal seluruh tahapan pemilu. Dijelaskannya, fungsi Bawaslu tidak hanya melakukan pengawasan ketika tahapan pemilu berlangsung, tetapi juga mencakup upaya pencegahan, penindakan pelanggaran, penyelesaian sengketa proses, hingga mendorong partisipasi masyarakat.

"Dalam menjalankan perannya, fungsi Bawaslu meliputi upaya pencegahan, pengawasan tahapan, penindakan pelanggaran, penyelesaian sengketa proses, dan pengembangan partisipasi masyarakat," ujar Bambang.

Ia menambahkan, Bawaslu juga memiliki kewenangan untuk memeriksa laporan dugaan pelanggaran dan memutus pelanggaran administratif serta memberikan rekomendasi sanksi.

Termasuk menghentikan kampanye yang melanggar hukum serta meneruskan rekomendasi terkait dugaan pelanggaran netralitas maupun tindak pidana pemilu.

Program Bawaslu Goes to School di MAN 2 Madina tidak sekadar menjadi agenda sosialisasi. Bawaslu Madina juga mendorong para pelajar untuk memahami pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawasi proses demokrasi.

Para siswa yang nantinya menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029 diharapkan tidak menjadi pemilih yang pasif. Mereka justru didorong menjadi Pengawas Partisipatif, terutama dalam ikut mengawasi potensi pelanggaran pemilu di lingkungan masing-masing.

"Jangan biarkan masa depan kita dicurangi. Mari ambil peran, awasi bersama," kata Bambang.

Program Bawaslu Goes to School tersebut dikemas dalam tiga kegiatan utama. Pertama, jajaran Bawaslu Kabupaten Mandailing Natal bertugas sebagai pembina apel.

Kedua, Bawaslu menggelar sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pemilu kepada para dewan guru. Ketiga, sosialisasi Pengawasan Partisipatif diberikan kepada Pengurus OSIM dan MPK MAN 2 Madina.

Rangkaian kegiatan tersebut mendapat sambutan baik dari Kepala MAN 2 Madina, Zulfrinsyah, S.Ag, para dewan guru serta seluruh siswa-siswi. Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Mandailing Natal berharap kesadaran pengawasan pemilu dapat tumbuh di kalangan generasi muda.

Sebab, pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tugas penyelenggara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat untuk memastikan demokrasi berjalan secara jujur, adil dan berintegritas. (RES)

(WITA)

Baca Juga

Rekomendasi