Wabup Asahan Bariskan ASN Terindikasi Fake GPS, Rianto: Kita Tunggu Pemeriksaan Inspektorat

Wabup Asahan Bariskan ASN Terindikasi Fake GPS, Rianto: Kita Tunggu Pemeriksaan Inspektorat
Ratusan ASN di Asahan saat diberikan pengarahan oleh Wabup Rianto terkait dugaan kecurangan absen pakai fake GPS, Kamis (23/7/2026). (Analisadaily/istimewa )

Analisadaily.com, Kisaran - Sebanyak 300 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Asahan terindikasi menggunakan aplikasi Fake GPS untuk mengelabuhi absensi. Wakil Bupati Asahan (Wabup) Rianto telah membariskan para ASN tersebut di halaman Kantor Bupati untuk memberi pengarahan, Kamis (24/7/2026).

Rianto mengatakan, pihaknya akan menunggu hasil pemeriksaan dari Inspektorat dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

"Diduga terindikasi menggunakan fake GPS akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh BKPSDM dan Inspektorat. Apakah terbukti atau tidak tunggu hasilnya," kata Rianto melalui pesan WhatsApp.

Dalam apel pagi itu, Wabup Rianto juga memberikan pengarahan kepada ratusan ASN yang diduga melakukan kecurangan absensi. Ia mengingatkan agar ASN bekerja dengan sungguh-sungguh dan disiplin. "ASN diharapkan kerja dengan baik, disiplin, penuh dedikasi," pintanya.

Sebelumnya, Sekretaris BKPSDM Asahan Faisal Sinaga menyebut pihaknya menemukan modus absen tanpa datang ke kantor menggunakan aplikasi ilegal berbayar yang bisa dipasang di ponsel.

"Sudah ada yang kedapatan memakai itu, semacam fake GPS. Jadi bisa absen tanpa harus berada di kantor. Ini sedang menjadi perhatian bagi kami di BKPSDM," ujar Faisal.

Selama ini sistem absensi elektronik ASN menggunakan identifikasi wajah dan pencocokan lokasi. ASN wajib berada di kantor sesuai titik yang ditentukan saat presensi masuk dan pulang kerja. Dengan aplikasi fake GPS, ASN bisa absen dari rumah atau luar kota. Pelanggaran itu berdampak pada pemotongan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP).

Sekretaris Inspektorat Asahan Abdul Rahman juga menyatakan pihaknya sudah mengantongi nama-nama ASN yang terindikasi. Pemeriksaan akan dimulai pekan depan.

"Kami menerima data dari BKPSDM. Itu jumlahnya yang diduga ada kurang lebih 300-an. Data itu diterima minggu lalu. Karena sebagian besar pegawai pemeriksa kami sedang ada pelatihan di Medan, jadi pemeriksaan itu akan dilakukan mulai pekan depan," kata Rahman.

(ARI/DEL)

Baca Juga

Rekomendasi