Pelantikan Pejabat di Pemkab Madina, Saipullah Minta ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik

Pelantikan Pejabat di Pemkab Madina, Saipullah Minta ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik
Pelantikan Pejabat di Pemkab Madina. (Analisadaily/Rudi Erianto S)

Analisadaily.com, Madina - Bupati Mandailing Natal (Madina), Saipullah Nasution menegaskan komitmennya dalam menerapkan kepemimpinan yang terbuka dan berbasis penilaian dan penempatan pegawai berdasarkan kemampuan, kompetensi, kinerja, dan integritas seseorang, bukan karena kedekatan, hubungan keluarga, atau faktor politik kepada para pejabat yang dilantik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Madina, Rabu (20/5/2026).

Ia juga meminta seluruh pejabat terus meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mampu menjawab tantangan pembangunan daerah dan harapan masyarakat yang semakin tinggi.

‎Dalam sambutannya, Bupati Madina menyampaikan bahwa penempatan aparatur pemerintahan dilakukan berdasarkan kompetensi, integritas, serta kinerja yang dimiliki masing-masing pejabat.

‎“Wujud kepemimpinan yang meritokratik dan terbuka menekankan pentingnya penempatan aparatur berdasarkan kompetensi, kinerja, serta integritas disertai pengelolaan pemerintahan yang akuntabel dan dapat diakses publik,” ujar Bupati Madina.

‎Ia menegaskan, pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

‎Menurutnya, jabatan yang diemban para pejabat merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, dan dedikasi tinggi.

‎Khusus kepada pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik, Bupati menegaskan proses pengisian jabatan telah melalui mekanisme objektif dan transparan sesuai ketentuan perundang-undangan.

‎“Pelantikan ini merupakan hasil uji kompetensi dan evaluasi kinerja tahun 2025 untuk memastikan pejabat yang diberi amanah benar-benar memiliki kapasitas, kompetensi, integritas serta rekam jejak kinerja yang baik,” katanya.

‎Selain itu, seluruh tahapan pengangkatan jabatan juga telah memperoleh rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai bentuk pengawasan penerapan sistem merit di lingkungan pemerintah daerah.

‎Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan para pejabat agar tidak terlena dengan jabatan baru yang diterima. Ia meminta seluruh pejabat segera bekerja menjawab tantangan pembangunan daerah yang dinilai semakin kompleks.

‎Menurutnya, kondisi efisiensi anggaran akibat kebijakan nasional berdampak terhadap sejumlah program pembangunan di daerah yang harus disesuaikan kembali.

‎Bupati menyoroti masih rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Madina dibanding daerah lain di kawasan Tapanuli Bagian Selatan.

‎“IPM Madina memang sudah masuk kategori baik, yakni 74,3. Tetapi dibandingkan daerah lain seperti Padangsidimpuan, Tapanuli Selatan, Palas, bahkan Paluta, kita masih terendah,” ujarnya.

‎Ia juga menyinggung persoalan tingkat pengangguran dan kemiskinan yang masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah.

‎Karena itu, Bupati meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) menjadikan masyarakat sebagai prioritas utama dalam pelayanan pemerintahan.

‎“Masyarakat saat ini sangat kritis dan mudah membandingkan pelayanan antar daerah. Jadikan masyarakat sebagai tuan kita karena gaji yang kita terima berasal dari uang rakyat,” tegasnya.

‎Selain sektor pelayanan administrasi, Bupati turut menyoroti sektor kesehatan dan pendidikan yang dinilai masih membutuhkan banyak pembenahan.

‎Ia berharap para pejabat mampu menghadirkan inovasi dan kreativitas dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Madina.

‎Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik menjadikan mutasi jabatan sebagai bagian dari proses pembelajaran dan penguatan pengalaman birokrasi.

‎“Berikan yang terbaik dan maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (RES)

(WITA)

Baca Juga

Rekomendasi