Buku Menelusuri Jejak Pengabdian dan Lahirnya Suryapalohisme Dilaunching, Surya Paloh: Hadiah Istimewa 

Buku Menelusuri Jejak Pengabdian dan Lahirnya Suryapalohisme Dilaunching, Surya Paloh: Hadiah Istimewa 
Buku Menelusuri Jejak Pengabdian dan Lahirnya Suryapalohisme Dilaunching, Surya Paloh: Hadiah Istimewa  (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan – Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Darma Paloh menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada Ketua DPW Partai NasDem Sumatera Utara Iskandar ST beserta seluruh panitia atas peluncuran buku Menelusuri Jejak Pengabdian dan Lahirnya Suryapalohisme yang merupakan hadiah istimewa bagi pendiri partai tersebut.

"Saya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bung Iskandar ST beserta seluruh keluarga besar Partai NasDem Sumatera Utara atas hadiah kejutan yang diberikan kepada saya malam ini," ujar Surya Paloh dalam peluncuran Buku Menelusuri Jejak Pengabdian dan Lahirnya Suryapalohisme, yang digelar di Hotel JW Marriot Medan, Jumat (24/7/2026) malam.

Menurutnya, gagasan yang disebut Suryapalohisme merupakan bentuk penghargaan atas nilai-nilai dan pemikiran yang selama ini berusaha dijalankannya dalam kehidupan berorganisasi, berpolitik, dan berbangsa.

"Apapun namanya, saya melihat ini sebagai penghargaan yang sangat berarti bagi saya. Tentu ini menjadi motivasi untuk terus berbuat dan memberikan yang terbaik," ucapnya.

Dikatakan Surya Paloh mengenang kedekatannya dengan Sumatera Utara. Meski lahir di Banda Aceh, ia menegaskan bahwa pembentukan karakter dan perjalanan hidupnya ditempa di Kota Medan.

"Saya memang lahir di Banda Aceh, tetapi dibesarkan di Medan. Karakter saya dibentuk oleh Sumatera Utara. Apa pun yang ada pada diri saya hari ini merupakan kontribusi besar dari masyarakat Sumatera Utara. Karena itu saya tidak pernah ragu mengatakan bahwa saya adalah orang Medan," katanya disambut dengan tepuk tangan meriah pada undangan.

Berbicara mengenai Indonesia, Surya Paloh mengingatkan bahwa bangsa ini telah dianugerahi kekayaan alam, letak geografis yang strategis, garis pantai yang panjang, tanah yang subur, serta jumlah penduduk yang besar. Namun, ia mempertanyakan mengapa seluruh potensi tersebut belum sepenuhnya mampu membawa Indonesia menjadi negara yang lebih maju dan sejahtera.

"Kita memiliki hampir semua prasyarat untuk menjadi bangsa besar. Kekayaan alam melimpah, sumber daya mineral yang luar biasa, wilayah yang luas, serta jumlah penduduk terbesar keempat di dunia. Pertanyaannya, mengapa kita belum mampu memaksimalkan seluruh potensi itu untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat?" ujarnya.

Menurut Surya Paloh, melimpahnya sumber daya alam bukanlah jaminan sebuah bangsa akan maju. Faktor yang paling menentukan adalah kualitas sumber daya manusia serta perubahan mentalitas masyarakat.

"Yang harus kita perjuangkan adalah perubahan sifat dan mentalitas. Itulah esensi gerakan perubahan yang diperjuangkan Partai NasDem. Kekayaan alam tidak akan berarti apabila tidak didukung oleh manusia yang memiliki karakter, integritas, etos kerja, disiplin, sportivitas, dan rasa tanggung jawab," tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat karakter kebangsaan, menjaga demokrasi yang sehat, serta membangun kesadaran kolektif agar setiap warga negara merasa memiliki tanggung jawab terhadap kemajuan Indonesia.

"Saya percaya kita semua memiliki tujuan yang sama, yaitu melihat Indonesia menjadi bangsa yang lebih maju. Kita harus berani melihat kelebihan dan kekurangan bangsa ini secara objektif. Dengan begitu, saya optimistis Indonesia akan menjadi negara yang lebih baik di masa depan," tutur Surya Paloh.

Surya Paloh berharap masih diberikan kesehatan dan kekuatan agar sisa perjalanan hidupnya dapat terus dimanfaatkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

"Insya Allah, mudah-mudahan saya masih diberikan kekuatan sehingga sisa usia yang saya miliki tetap dapat saya dedikasikan untuk memberikan pengabdian dan manfaat bagi kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara yang kita cintai bersama," tutupnya.

Sebelumnya Ketua DPW Partai NasDem Sumut yang juga sebagai penulis buku Menelusuri Jejak Pengabdian dan Lahirnya Suryapalohisme, Iskandar ST, dalam sambutannya menyatakan, karya tersebut dipersembahkan sebagai bentuk penghormatan kepada Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, sekaligus hadiah bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Ia mengaku memiliki ikatan yang kuat dengan Surya Paloh selama 15 tahun menjadi bagian dari Partai NasDem, baik sebagai kader, murid, sahabat perjuangan, maupun sebagai "anak ideologis".

"Selama 15 tahun saya berada di Partai NasDem, saya mendengar, melihat, dan merasakan secara langsung pikiran, ucapan, serta tindakan Bapak Surya Paloh yang selalu konsisten. Pengalaman empiris itulah yang menggerakkan hati saya untuk menulis buku ini," ujarnya.

Menurutnya, buku tersebut tidak hanya menjadi hadiah ulang tahun ke-75 bagi Surya Paloh, tetapi juga menjadi hadiah bagi bangsa Indonesia. Buku itu lahir dari perjalanan panjang Surya Paloh selama 75 tahun kehidupan dan lebih dari enam dekade berkecimpung di dunia organisasi, pers, dunia usaha, dan politik.

Ia menilai seluruh perjalanan hidup Surya Paloh memperlihatkan konsistensi dalam memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara. Meski telah memiliki kehormatan, jaringan persahabatan dengan para pemimpin nasional, serta kehidupan yang berkecukupan, Surya Paloh dinilai tetap menunjukkan kegelisahan terhadap masa depan Indonesia.

"Di usia beliau yang ke-75 tahun, seharusnya beliau dapat menikmati masa hidupnya. Namun hingga hari ini saya masih melihat kegelisahan beliau agar cita-cita kemerdekaan, yakni Indonesia yang sejahtera, adil, makmur, dan bermartabat, benar-benar terwujud," katanya.

Ia menjelaskan, Suryapalohisme bukan dimaksudkan sebagai ideologi baru atau pengganti ideologi kebangsaan Indonesia, melainkan sebagai kerangka nilai yang hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dilanjutkan Iskandar, pemikiran yang dirangkum dalam buku tersebut bertumpu pada empat pilar utama, yakni restorasi nilai, nasionalisme inklusif, integritas moral, dan idealisme yang berkeadilan. Keempat pilar itu saling berkaitan dan menjadi fondasi lahirnya konsep Suryapalohisme.

Ia menegaskan, gagasan Surya Paloh bukan sekadar konsep, melainkan telah diwujudkan dalam tindakan nyata. Karena itu, seluruh pemikiran dan nilai yang diterimanya selama menjadi kader didokumentasikan dalam buku agar dapat dipelajari oleh masyarakat luas, khususnya kader Partai NasDem.

"Saya ingin nilai-nilai dan ajaran yang saya rasakan selama mendampingi Bapak Surya Paloh tidak berhenti pada diri saya, tetapi terdokumentasi dengan baik sehingga dapat dipahami dan dijalankan oleh generasi penerus serta seluruh kader Partai NasDem," tuturnya.

Iskandar mengakui bahwa gagasan Suryapalohisme yang dituangkan dalam buku tersebut masih memerlukan penyempurnaan melalui diskusi dan kajian akademik.

"Konsep Suryapalohisme yang saya tuliskan dalam buku ini belum sepenuhnya sempurna dan masih perlu diuji melalui forum intelektual. Karena itu, pada bulan mendatang saya berencana menggelar bedah buku dengan menghadirkan para tokoh intelektual untuk mengkaji, mengkritisi, sekaligus menyempurnakan gagasan Suryapalohisme," ujarnya.

Ia berharap buku tersebut dapat menjadi awal lahirnya ruang diskusi yang konstruktif mengenai nilai-nilai pengabdian, kepemimpinan, dan kebangsaan yang selama ini diperjuangkan Surya Paloh.

"Di tengah kehidupan politik yang membutuhkan pegangan moral dan harapan rakyat akan kemakmuran serta keadilan yang merata, Surya Paloh hadir sebagai cahaya. Suryapalohisme adalah konsistensi antara pikiran, ucapan, dan perbuatan dalam menggerakkan perubahan melalui semangat restorasi menuju masyarakat yang adil dan makmur," pungkas Iskandar ST.

(MC/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi