Oknum Sintua di Dairi Diduga Cabuli Tetangga (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Sidikalang - Satuan Reserse dan Kriminal Polres Dairi menahan seorang pria berinisial LS (43) penduduk Desa Lau Molgap, Kecamatan Tigalingga.
Penetapan status tersangka disertai penahanan diduga terkait perbuatan asusila. Demikian disampaikan Kasie Humas, AKP Syahril Ramadhan, Rabu (8/7).
Dijelaskan, LS diduga melakukan cabul atau persetubuhan dengan korban berinisial AS (23) notabene tetangga. Tersangka dan korban masih satu marga, tetapi bukan satu keluarga.
“Aksi dilampiaskan di kamar rumah milik terduga pelaku. Keduanya masih satu marga,” kata Syahril.
Kejadian terakhir, Minggu (5/7), kata Syahril. Ibu korban berinisial ASi (56) membuat laporan ke polisi, Senin (6/7). Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan.
“Pelapornya, ibu korban,” kata Syahril.
Pada aksi terakhir, tersangka mengirim pesan ke korban untuk mengambil alpukat di rumahnya. AS datang lalu bertanya mana buah dimaksud. Jawaban LS, buah itu telah dijual.
Pertemuan itu dimanfaatkan untuk mengajak korban ke kamar. Tangan perempuan itu ditarik. Berdasarkan keterangan, kata Syahril, AS pasrah.
"Pelaku melampiaskan perbuatan persetubuhan. Setelah selesai, pelaku meminta korban untuk pulang dan jangan memberitahu kepada ibunya tentang peristiwa itu," kata Syahril sesuai keterangan korban.
Syahril menyebut, tersangka sempat mengeluarkan kalimat ancaman pembunuhan apabila perbuatan itu sampai ke telinga orang tua.
“Korban diancam akan dibunuh apabila perbuatan sampai ke telinga orang tua,” kata Syahril.
Sekembali ke rumah, AS membongkar aib kepada ibu. Ibunya marah lalu mengadu ke Polres Dairi.
Pengakuan korban, kata Syahril, kejahatan tersebut sudah beberapa kali. Korban tak ingat lagi berapa kali dan kapan saja.
Terpisah, warga Lau Molgap mengaku terkejut mendengar kabar miring itu. Pasalnya, LS dikenal sebagai pengurus gereja atau sintua. Selain itu, LS merupakan ‘parsinabul’ (juru bicara dalam acara adat Batak).
“Kami terkejut mendengar kabar itu. Tak nyangka,” kata warga.
Bahkan, untuk menghadiri pesta, LS sering membonceng ASi. ASi menganggap LS sebagai famili dekat. Bila ibunya ke luar kota, putrinya dititip di rumah LS, pria 4 anak itu. Posisi ayah AS, telah lama meninggalkan kampung.
(SSR/RZD)