Ngaku Korban Begal, Ternyata Uang Perusahaan Dihabiskan untuk Judol

Ngaku Korban Begal, Ternyata Uang Perusahaan Dihabiskan untuk Judol
Ngaku Korban Begal, Ternyata Uang Perusahaan Dihabiskan untuk Judol (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Sidikalang - Seorang karyawan perusahaan kontraktor berinisial WH (24) beralamat di Desa Bukit, Kecamatan Pegagan Hilir, ditahan Satuan Reserse Polres Dairi.

Kapolres AKBP Otniel Siahaan, Rabu (10/6) mengatakan, pria dimaksud merekayasa peristiwa atau memberi keterangan palsu.

“Awalnya, WH mengaku korban perampokan dan begal dengan kerugian Rp340 juta lebih. Namun faktanya, hal tersebut adalah manipulasi. Uang tersebut habis dipakai untuk judi online,” kata Otniel.

Diterangkan, kejadian palsu dilakukan Selasa (5/5) lalu. Kala itu, WH mengaku dirampok 3 pria mengenakan penutup kepala saat hendak pulang.

Peristiwa itu terjadi di dekat Jembatan Lae Renun, Desa Palding Jaya, Kecamatan Tigalingga.

“WH mengakui dikejar hingga kepalanya dipukul balok. Kala itu, ia baru pulang mengambil uang dari bank di Sidikalang. Tas berisi laptop dan uang dibawa kabur,” kata Otniel.

Namun setelah dilakukan penelusuran, keterangan itu fiktif. Hanya rekayasa.

“Polisi menemukan petunjuk berupa darah di batu sekitar TKP. Tas berisi laptop dan telepon seluler juga ditemukan petugas di sungai,” kata Otniel.

Setelah diperiksa, WH mengaku melakukan penggelapan uang. Pimpinannya di perusahaan memerintahkannya membayar pajak bumi dan bangunan.

Tetapi, rupiah itu disalahgunakan. Duit ditransfer ke rekeningnya, selanjutnya dipakai buat permainan ilegal.

Ketika main judi, dia kalah. Sehingga mengarang cerita. Kepada petugas, WH mengaku menabrak gubuk membuat kepalanya luka.

Ia kemudian memukulkan kepalanya ke batu agar seolah benar korban begal.

(SSR/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi