Ketua Umum KADIN Sumut, Firsal Dida Mutyara (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan – Kamar Dagang dan Industri Sumatera Utara (KADIN Sumut) menyoroti kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah Sumut saat ini. Kelangkaan BBM yang terjadi di sejumlah wilayah Sumut dalam beberapa minggu terakhir kembali menjadi perhatian serius dunia usaha.
Menurut Ketua Umum KADIN Sumut, Firsal Dida Mutyara, tersendatnya distribusi BBM berdampak langsung pada logistik, industri, UMKM, pertanian, hingga layanan kesehatan dan aktifitas masyarakat sehari-harinya. Bagi pelaku usaha di Sumut, BBM bukan sekadar komoditas, melainkan urat nadi distribusi logistik dan penggerak roda ekonomi daerah.
“Ketika BBM langka, yang macet bukan hanya kendaraan. Rantai pasok bahan pokok, biaya produksi, dan mobilitas usaha ikut terganggu. Ini ancaman serius bagi iklim usaha di Sumut,” kata Dida Mutyara, Rabu (15/7/2026).
KADIN Sumut mencatat antrean truk, mobil, dan sepeda motor panjang di SPBU, di berbagai daerah, khususnya di Kota Medan, telah membuat lajur lalu lintas menjadi macet total.
Hal itu tentunya dapat berdampak pada perputaran ekonomi, karena antrean yang begitu panjang terkadang menjadi pemicu membuat keterlambatan distribusi barang sampai ke tujuan. Selain itu masyarakat jadi enggan beraktifitas ke luar rumah.
Harusnya, lanjut Dida, Pertamina bisa memahami bahwa kelangkaan BBM memiliki dampak sistemik kepada sektor-sektor lain. Misalnya distribusi logistik yang akan terganggu hingga berpengaruh pada harga-harga di lapangan.
“Juga kenaikan harga bahan pokok karena kelangkaan BBM bisa memicu laju percepatan inflasi. Di lapangan, UMKM menjadi pihak paling terdampak. Pelaku usaha khawatir kondisi ini dapat membuat usaha kecil menengah “kolaps” jika terus berulang,” ujar Dida Mutyara.
Rekomendasi Dunia Usaha
Antrean pengendara di SPBU
Merespons kondisi tersebut, dunia usaha di Sumut mendorong beberapa langkah strategis seperti penguatan mitigasi dan jalur alternatif. Dunia usaha meminta pemerintah dan Pertamina mengelola informasi secara hati-hati untuk mencegah panic buying yang memperparah kelangkaan.
Koordinasi lintas sektor diperlukan, seperti sinergi antara Kementerian ESDM, aparat penegak hukum, dan pemerintah daerah untuk memastikan distribusi BBM lancar.
“KADIN selaku wadah dunia usaha siap bersinergi dengan pemerintah provinsi dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas pasokan BBM ke SPBU-SPBU. Dunia usaha butuh kepastian agar roda ekonomi Sumut tetap berjalan dengan baik dan sebagaimana mestinya,” tutup Dida Mutyara.
(RZD)