BBM Subsidi Kembali Langka, Antrean Kendaraan di Deliserdang 'Mengular' hingga Berjam-jam

BBM Subsidi Kembali Langka, Antrean Kendaraan di Deliserdang 'Mengular' hingga Berjam-jam
Kondisi antrean panjang kendaraan roda dua dan empat di SPBU dekat Bandara Kualanamu akibat kelangkaan BBM subsidi, Senin (13/7/2026) (Analisadaily/Kali A Harahap)

Analisadaily.com, Deliserdang – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar kembali melanda wilayah Kabupaten Deliserdang.

Akibatnya, masyarakat yang hendak mengisi bahan bakar terpaksa harus gigit jari dan rela mengantre hingga berjam-jam di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Senin (13/7/2026), kondisi sulitnya mendapatkan BBM subsidi ini sudah berlangsung selama dua hari terakhir.

Kelangkaan ini terjadi secara merata, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.

"Dua hari belakangan ini BBM subsidi sulit sekali diperoleh di sejumlah SPBU. Kami terpaksa mengantre panjang sampai berjam-jam hanya untuk mendapatkannya," keluh Jono, salah seorang warga saat ditemui di SPBU dekat Bandara Internasional Kualanamu.

Jono mengaku heran dengan kondisi ini. Pasalnya, pasokan BBM subsidi di wilayah Sumatra Utara, khususnya Deliserdang, sempat dinyatakan kembali normal beberapa waktu lalu.

Ia menilai kondisi ini kian memperparah beban hidup masyarakat di tengah situasi ekonomi yang sedang sulit.

"Ayolah, pemerintah lihat kondisi rakyat ini, jangan lagi dipersulit. Kami berharap instansi terkait, khususnya Pertamina, segera mengatasi masalah ini agar tidak berlarut-larut," tegasnya.

Pantauan langsung di SPBU kawasan Bandara Kualanamu menunjukkan antrean kendaraan roda dua dan empat tampak "mengular" panjang hingga ke badan jalan.

Situasi yang cukup krodit ini memaksa petugas keamanan terjun langsung ke lapangan untuk mengatur arus lalu lintas demi memastikan pengisian BBM berjalan aman dan tertib.

Optimalkan Distribusi BBM

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus mengoptimalkan penyaluran BBM di wilayah Sumatera Utara (Sumut) guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

Monitoring terhadap kondisi stok dan penyaluran di seluruh Fuel Terminal serta SPBU terus dilakukan secara intensif agar distribusi berjalan optimal.

Dalam beberapa hari terakhir, distribusi BBM di sejumlah wilayah Sumatera Utara menghadapi penyesuaian operasional armada distribusi.

Untuk memastikan penyaluran tetap berjalan optimal, Pertamina telah menambah 15 unit mobil tangki (MT) bantuan sehingga kapasitas distribusi dapat terus memenuhi kebutuhan masyarakat.

Selain itu, Pertamina juga memperkuat operasional dengan menambah 30 Awak Mobil Tangki (AMT) bantuan guna mendukung kelancaran proses distribusi BBM dari Fuel Terminal Medan menuju SPBU di berbagai wilayah Sumatera Utara.

Optimalisasi distribusi tersebut juga merupakan bagian dari upaya percepatan penyaluran menyusul tingginya kebutuhan BBM masyarakat yang terjadi selama periode libur sekolah dalam beberapa waktu terakhir.

Pertamina terus melakukan penyesuaian pola penyaluran dan memprioritaskan pengiriman ke SPBU yang membutuhkan pasokan agar layanan kepada masyarakat tetap terjaga.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan.

Pertamina berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan serta mengoptimalkan distribusi agar kebutuhan energi masyarakat di Sumatera Utara dapat terpenuhi dengan baik.

“Apabila masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai produk dan layanan Pertamina, dapat menghubungi Pertamina Customer Solution 135,” sebut Fahrougi Andriani Sumampouw, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut.

(KAH/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi