Carlo bersama Kepala UPT Puskesmas Kilometer 11, dr. Hardi Gurning, M.K.M dan Ibu Yuli K. Harefa, S.K.M., M.K.M., selaku Penanggung Jawab Program Lansia (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Dairi - Di tengah kebutuhan pelayanan kesehatan yang semakin menuntut ketepatan data dan kecepatan pelaporan, Carlo Marville Harefa, Siswa kelas XI Global Jaya School, Bintaro, Tangerang Selatan, menunjukkan bahwa seorang pelajar pun dapat menghadirkan solusi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui website “Sahabat Lansia” yang ia kembangkan, Carlo berkontribusi dalam mendukung percepatan pengelolaan data dan pelaporan program lansia di UPT Puskesmas Kilometer 11, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.
UPT Puskesmas Kilometer 11 merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama di Kabupaten Dairi yang melayani masyarakat di 12 desa wilayah kerjanya. Dalam pelaksanaan program lansia, tercatat sebanyak 3.319 lansia mendapatkan pelayanan dari puskesmas ini.
Cakupan pelayanan yang luas tersebut menuntut sistem administrasi dan pengelolaan data yang rapi, cepat, dan akurat. Namun, selama ini belum tersedia sistem yang terintegrasi, sehingga proses pencatatan, pencarian data, dan penyusunan laporan masih dilakukan secara manual. Akibatnya, pengelolaan data membutuhkan waktu lebih lama, kurang efisien, dan belum sepenuhnya mendukung kebutuhan tenaga kesehatan akan akses informasi yang cepat, tepat, dan terorganisir.
Menjawab kebutuhan tersebut, sejak April 2026 website “Sahabat Lansia” mulai diimplementasikan sebagai sistem pendukung digital untuk membantu tenaga kesehatan dalam proses pencatatan, pengolahan data, penyusunan laporan bulanan, serta penelusuran historical data program lansia. Melalui website ini, data dari 12 desa dapat diintegrasikan ke dalam satu sumber data yang lebih terstruktur, mudah diakses, dan tersedia secara real time.
Sebagai bagian dari implementasi sistem, kegiatan sosialisasi dan pendampingan secara langsung dilaksanakan pada 9-10 Juli 2026 bersama tenaga kesehatan UPT Puskesmas Kilometer 11. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman pengguna terhadap fitur-fitur yang tersedia, mengoptimalkan pemanfaatan sistem, serta melihat potensinya untuk terus dikembangkan sesuai kebutuhan di lapangan.
Kepala UPT Puskesmas Kilometer 11, dr. Hardi Gurning, M.K.M, menyampaikan bahwa penggunaan website “Sahabat Lansia” memberikan dukungan berarti terhadap mulainya proses digitalisasi proses kerja tenaga kesehatan, khususnya dalam pengelolaan informasi dan pelaporan layanan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas inisiatif yang telah diberikan oleh Carlo. Kami sangat mengapresiasi hadirnya generasi muda yang mampu menghadirkan solusi melalui teknologi menjadi bentuk kolaborasi yang sangat berarti bagi kami dalam mendukung pelayanan kesehatan. ” ujar dr. Hardi.
Tanggapan positif juga disampaikan oleh Ibu Yuli K. Harefa, S.K.M., M.K.M., selaku Penanggung Jawab Program Lansia UPT Puskesmas Kilometer 11. Menurutnya, dengan adanya website ini, proses pengelolaan data dan laporan program lansia menjadi lebih relasional dan terhubung secara langsung. Sistem ini membantu petugas mengakses dan mengelola data dengan lebih mudah sehingga dapat mendukung efektivitas pekerjaan di puskesmas.
Inovasi yang dikembangkan Carlo tidak hanya menghadirkan solusi teknis, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi tenaga kesehatan dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat. Sistem yang dirancang dengan fitur yang mudah digunakan membantu petugas bekerja lebih efisien, lebih tertata, dan lebih cepat dalam mengelola informasi program lansia.
"Saya mengembangkan aplikasi ini sebagai sistem informasi pelaporan kesehatan lansia berbasis web dengan menggunakan beberapa instrumen (framework) seperti React, Node.js/Express dan MongoDB. Melalui sistem ini, petugas dapat mengunggah data Excel, melakukan pratinjau serta validasi data, lalu memantau indikator layanan melalui dashboard" ujar Carlo, pelajar yang memiliki minat kuat di bidang matematika dan coding sejak usia dini.
Bagi Carlo, pengembangan website ini bukan sekadar pencapaian teknis, melainkan wujud kontribusi nyata sebagai pelajar yang ingin menghadirkan manfaat melalui ilmu yang dimilikinya. Inovasi ini menunjukkan bahwa generasi muda mampu mengambil peran dalam menjawab kebutuhan masyarakat melalui solusi teknologi yang relevan, aplikatif, dan berdampak.
(DEL)