Sinergi Kemnaker-BPJS Ketenagakerjaan: Cetak Pekerja Terdampak Menjadi Wirausahawan Mandiri

Sinergi Kemnaker-BPJS Ketenagakerjaan: Cetak Pekerja Terdampak Menjadi Wirausahawan Mandiri
Sinergi Kemnaker-BPJS Ketenagakerjaan: Cetak Pekerja Terdampak Menjadi Wirausahawan Mandiri (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan resmi bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sumbagut.

Kolaborasi ini diwujudkan melalui penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan dan peningkatan keterampilan (skill) dalam program Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan (PEKA) yang berlangsung di BBPVP Medan pada Rabu (8/7).

Program strategis yang diikuti oleh 45 peserta ini menyasar para pekerja yang terdampak penutupan usaha serta para penerima klaim jaminan sosial. Selain membekali peserta dengan keahlian baru, kegiatan ini juga difokuskan pada edukasi pemanfaatan dana santunan secara produktif untuk memperkuat ketahanan finansial keluarga.

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker RI, Dr. Indah Anggoro Putri, M.Bus, yang membuka langsung acara tersebut menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan perwujudan nyata dari kehadiran negara. Hal ini juga menjadi fokus utama Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam memitigasi risiko kerja yang dihadapi oleh para tenaga kerja domestik.

"Kami berupaya, dengan melibatkan beberapa pihak, agar bapak/ibu bisa kembali bekerja maupun berubah menjadi pengusaha. Jika tidak punya pengalaman, kita latih di sini. Manfaat BPJS Ketenagakerjaan yang didapat seyogyanya dipergunakan secara produktif untuk terus memutar roda perekonomian keluarga," ujar Indah Anggoro Putri dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Indah mengimbau agar seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) di tingkat daerah memperketat kolaborasi guna mengantisipasi gejolak atau dampak negatif yang berpotensi dialami oleh sektor ketenagakerjaan di masa mendatang.

Acara tersebut turut dirangkaikan dengan penyerahan simbolis manfaat jaminan sosial kepada lima orang ahli waris dan pekerja. Manfaat yang diserahkan meliputi program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), serta Beasiswa Pendidikan Anak.

Salah satu momen haru terjadi saat penyerahan santunan kepada Fariz Muhammad Setiawan, siswa kelas 8 yang kehilangan ayahnya, Bambang Setiawan, akibat kecelakaan kerja. Didampingi oleh sang bude, Ariaty, Fariz menerima total santunan JKK, JHT, JP, dan Beasiswa Pendidikan dengan nilai fantastis sebesar Rp 424.732.540,-.

"Uangnya akan kami gunakan untuk modal usaha, supaya mendukung pendidikan Fariz dan abangnya yang saat ini sedang berkuliah di Jogja agar tetap berlanjut. Kami sangat terbantu dan senang dengan adanya program PEKA ini," ungkap Ariaty penuh syukur.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Sumbagut BPJS Ketenagakerjaan, Kunto Wibowo, memaparkan bahwa esensi dari program PEKA adalah memastikan fungsi perlindungan sosial tidak berhenti pada pemberian dana santunan semata. BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen memberikan pendampingan lanjutan agar para penerima manfaat dapat bertransformasi menjadi mandiri dan kembali produktif.

"Fungsi utama BPJS Ketenagakerjaan adalah mempertahankan kesejahteraan. Perlindungan kami jangan berhenti saat santunan saja, tetapi membimbing para penerima manfaat agar kesejahteraannya berkelanjutan. Sehingga keluarga peserta dapat bangkit kembali apabila terdampak risiko PHK, kecelakaan kerja, ataupun kematian," jelas Kunto.

Sebagai langkah keberlanjutan, BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut menjadwalkan agenda pelatihan wirausaha dalam waktu dekat. Pelatihan berkala tersebut akan dilaksanakan melalui kemitraan strategis bersama salah satu bank syariah terkemuka di Kota Medan.

Sebagai informasi, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan pejabat dari Sekretariat Kabinet RI, Satuan Tugas Program Keluarga Harapan (Satgas PKH), perwakilan Kementerian UMKM, serta Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara. Sinergi lintas sektoral ini diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam memperkuat ketahanan ekonomi pekerja dan keluarga pasca-menghadapi risiko ketenagakerjaan.

(JW/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi