Sasar Generasi Muda, BPJS Ketenagakerjaan Edukasi Mahasiswa USU Lewat 'Goes to Campus' (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan terus memperluas jangkauan edukasinya hingga ke sektor akademisi. Melalui program 'BPJS Ketenagakerjaan Goes To Campus', lembaga ini menggandeng Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) untuk membangun kesadaran jaminan sosial sejak dini bagi generasi muda, Selasa (23/6).
Seminar yang mengusung tema 'Perlindungan Jaminan Sosial Bagi Pekerja Masa Kini' tersebut digelar di Aula FISIP USU. Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, staf akademik, peserta magang, hingga masyarakat umum.
Hadir sebagai narasumber utama, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Medan Kota, Jefri Iswanto, menyoroti masih minimnya pemahaman literasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan di kalangan masyarakat dan kaum intelektual.
Menurut Jefri, selama ini ada miskonsepsi bahwa perlindungan jaminan sosial hanya dibutuhkan oleh pekerja formal atau karyawan tetap yang memiliki ikatan kontrak. Padahal, regulasi secara tegas mewajibkan seluruh lapisan angkatan kerja untuk terlindungi.
"Tantangan terbesar yang terjadi saat ini adalah literasi. Berdasarkan Undang-Undang, perlindungan sosial sangat bersifat wajib. Oleh karena itu, kita ingin membangun kesadaran sejak dini, mulai dari mahasiswa yang nantinya akan segera masuk ke dunia profesional," ungkap Jefri.
Jefri juga meluruskan pandangan keliru mengenai iuran bulanan. Ia menegaskan bahwa iuran yang dibayarkan bukan merupakan beban finansial, melainkan sebuah instrumen investasi jangka panjang yang memberikan rasa aman bagi pekerja maupun ekosistem tempat mereka berkarya.
Menjawab pesatnya pertumbuhan pekerja lepas (freelancer) di era digital, BPJS Ketenagakerjaan kini telah mempermudah akses pendaftaran. Mahasiswa dan pekerja mandiri dapat mendaftar dengan sangat praktis hanya bermodalkan KTP dan nomor handphone aktif melalui aplikasi Jamsostek Mobile (JMO), agen Perisai, maupun kantor cabang terdekat.
Selain itu, untuk mempercepat penyebaran informasi, BPJS Ketenagakerjaan Medan Kota turut bersinergi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), aparat kelurahan, kepala lingkungan, hingga memanfaatkan sarana rumah ibadah.
Dalam seminar tersebut, dipaparkan juga rincian manfaat bernilai besar yang bisa diperoleh peserta, antara lain santunan ematian, sebesar Rp42 juta, santunan kecelakaan kerja, mencapai hingga Rp70 juta (khusus pekerja Bukan Penerima Upah/BPU) dan beasiswa pendidikan anak, fasilitas beasiswa hingga Rp174 juta yang diperuntukkan bagi maksimal dua orang anak peserta.
Melalui perhelatan edukatif ini, kesadaran yang terbentuk sejak masa perkuliahan diharapkan mampu menjadi bekal penting bagi para mahasiswa untuk memasuki dunia kerja yang aman di masa depan.
"Program seperti ini akan terus kami dorong ke ekosistem akademisi lainnya. Kami percaya ini akan memberikan dampak besar dan menyadarkan lingkungan kampus bahwa program Jaminan Sosial sangatlah penting," pungkas Jefri.
(JW/RZD)