Bantu Ekonomi Warga Terdampak Bencana, Tim Farmasi USU Ajarkan Warga Olah Kelapa jadi VCO dan Nata De Coco

Bantu Ekonomi Warga Terdampak Bencana, Tim Farmasi USU Ajarkan Warga Olah Kelapa jadi VCO dan Nata De Coco
Bantu Ekonomi Warga Terdampak Bencana, Tim Farmasi USU Ajarkan Warga Olah Kelapa jadi VCO dan Nata De Coco (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Tapteng – Pascabencana banjir besar akhir November 2025 yang melenyapkan sebagian besar lahan pertanian dan sawah yang menjadi sumber mata pencaharian utama, warga masyarakat Lingkungan II, Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara mulai bangkit kembali menata perekonomiannya.

Untuk membantu masyarakat agar semakin lekas bangkit dari keterpurukan itu, dosen dan mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (FF USU) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, dengan mengajarkan warga memanfaatkan kelapa menjadi produk bernilai jual tinggi. Berupa virgin coconut oil (VCO) dan nata de coco di Kelurahan Lopian, yang merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Badiri yang terdampak bencana, Sabtu (1/8/2026).
Tujuan utama kegiatan ini adalah memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal, khususnya kelapa yang masih dapat ditemukan di daerah tersebut.
“Selama ini kelapa hanya dijual dalam bentuk kelapa segar, baik untuk diambil santannya maupun airnya. Melalui pelatihan ini, warga diajarkan cara mengolah kelapa untuk menghasilkan VCO dan nata de coco, yang nilai jualnya jauh lebih tinggi. Serta mengangkat nilai kelapa menjadi produk pangan fungsional untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan,” jelas Ketua Tim Pengabdian, Dwi Lestari P., MSi., PhD, Apt., saat pengabdian berlangsung.
Para ibu dan pemudi setempat sebagai peserta sangat antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan. Mulai dari pemilihan kelapa, ekstraksi VCO dan fermentasi air kelapa hingga menghasilkan nata de coco, pengemasan yang menarik dan evaluasi. Sehingga menghasilkan produk berdaya jual baik.
Selain pelatihan produksi, tim juga menyampaikan materi pengemasan, branding, perhitungan ekonomi dan strategi pemasaran produk. Seluruh materi disampaikan secara interaktif melalui metode diskusi, literasi dengan modul praktis, serta praktik langsung. Hasil pelatihan berupa produk nata de coco yang kaya serat dan baik untuk kesehatan usus, dapat langsung dinikmati sebagai topping minuman kreasi warga yang berjualan di sekitar lokasi kegiatan.
Demikian pula, produk VCO berupa minyak kelapa murni dan jernih dapat langsung dikonsumsi sebagai suplemen kesehatan yang menyuplai energi dengan cepat dan sumber lemak baik. Selain itu juga, dapat digunakan untuk perawatan kulit dan rambut. Bahkan peserta pelatihan bisa langsung menikmati produknya selain menguasai keterampilan cara memproduksinya.
Kepala Lingkungan II Kelurahan Lopian, Syamsul Bahri Nasution mengapresiasi pengabdian tersebut. “Kami sangat terbantu, karena dengan ilmu baru ini, warga punya alternatif usaha baru. Harapannya, bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga yang terdampak bencana,” ujarnya kemudian berharap dengan adanya pelatihan itu, masyarakat Lopian dapat membentuk kelompok usaha bersama dan menjadikan VCO serta nata de coco sebagai produk unggulan desa.
Koordinator Ibu-Ibu PKK Lopian Masnul H. Sibarani turut mengapresiasi pengabdian yang telah dilaksanakan itu. “Kami, ibu-ibu Kelurahan Lopian, sangat berterima kasih kepada Universitas Sumatera Utara, khususnya Fakultas Farmasi. Atas kehadiran bapak-ibu dosen bersama adik-adik mahasiswa yang telah memberikan ilmu kepada kami, sehingga kami mendapatkan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan kelapa menjadi VCO dan nata de coco. Kami akan mempraktikkannya hingga mahir agar dapat segera berproduksi untuk dijual," katanya.
Tim pengabdian tersebut turut diperkuat oleh tim dosen Fakultas Farmasi USU, yaitu Dr. Hetty Lendora Maha, S.Farm., M.Si., Apt., dan Dr. Denny Satria, S.Farm., M.Si. Apt., Imam Bagus Sumantri, S.Farm., M.Si., Apt., serta Mariadi, S.Farm., M.Si., Apt., yang juga akan melakukan pendampingan untuk pemasaran.
Serta bersinergi dengan tim ahli lainnya dari Universitas Sumatera Utara yang tergabung dalam tim pengabdian kepada masyarakat untuk mitigasi bencana di Kelurahan Lopian, Tapanuli Tengah. Hingga pemasaran dapat menyebarluas ke luar daerah se-Indonesia bahkan diekspor.
Tim dosen juga dibantu para mahasiswa Fakultas Farmasi USU, baik dari jenjang S1, S2, maupun S3, yaitu Syahrial Lubis, Salwa Shabrina Fathaniah, Naswa Nurul Sakinah, Hafiz Maulana, Hardiansyah, S. Farm., Apt. Patimah Simamora, M.Farm., apt. Sriwada Arisvi Siregar, S.Farm, serta seorang laboran, Yunita Andriani, S.Farm.

Dengan demikian, dapat diharapkan bahwa kegiatan ini dapat mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals, SDGs) prioritas 3 tentang Good Health and Well-being, yang sejalan dengan Asta Cita 4 pemerintah Indonesia yang salah satunya menyasar bidang kesehatan. Selain itu, kegiatan ini juga menyasar SDGs prioritas 17, yaitu Partnerships for the Goals, untuk memperkuat kemitraan dalam pengembangan produk berkelanjutan.

(MC/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi