FIB USU Gelar Seminar Internasional "The Importance of North Sumatra–Aceh in Indonesia Historiography". (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk "International Seminar: The Importance of North Sumatra–Aceh in Indonesia Historiography".
Medan, 29 Juli 2026– Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk "International Seminar: The Importance of North Sumatra–Aceh in Indonesia Historiography". Seminar internasional ini menjadi forum strategis yang mempertemukan akademisi lintas negara.
Seminar ini dilaksanakan selama dua hari, dari tanggal 29 hingga 30 Juli 2026, yang dilaksanakan secara daring. Seminar ini menghadirkan keynote speaker pakar sejarah dan humaniora dari berbagai perguruan tinggi terkemuka dunia, yaitu: Prof. Lee Kam Hing (New Era University College Selangor, Malaysia), Dr. Myra Mentari Abubakar (National University of Singapore, Singapura), Dr. Nia Deliana (Universitas Islam Internasional Indonesia, Indonesia), Dr. Mehmet Ozay (International Islamic University Malaysia, Malaysia), Dr. Kirsten Kampuis (Leuphana University Lüneburg, Jerman) dan Prof. Budi Agustono (Universitas Sumatera Utara, Indonesia).
Kegiatan yang digagas oleh FIB USU ini merupakan bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi dalam bidang pendidikan sekaligus menjadi jembatan inspirasi bidang penelitian bagi akademisi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang dialog akademik dan wadah pertukaran gagasan mengenai perkembangan historiografi Indonesia, khususnya kawasan Sumatera Utara dan Aceh. Dekan FIB USU Mhd. Pujiono, S.S., M.Hum., Ph.D., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya seminar ini.
Seminar Internasional.
Sebelumnya, Wakil Rektor Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T., menyatakan bahwa forum internasional ini memiliki peran penting dalam memperkuat jaringan riset global USU. Beliau menegaskan komitmen USU untuk terus mendukung kajian-kajian keilmuan yang mengangkat potensi sejarah dan budaya lokal ke panggung akademis dunia.
Sebagai salah satu keynote speaker, Prof. Budi Agustono yang juga menjabat sebagai Ketua Senat Akademik USU, membawakan materi bertajuk "Anthony Reid’s Intellectual Thoughts: Aceh and East Sumatera". Dalam paparan materinya, ia menyampaikan bahwa:
Jejak Intelektual Anthony Reid di Aceh dan Sumatera Timur: Karya-karya monumental almarhum Anthony Reid, seperti The Contest for North Sumatra dan Darah Rakyat, telah menjadi fondasi utama dalam memahami sejarah maritim Aceh, jaringan perdagangan Samudra Hindia dengan Utsmaniyah, serta dinamika revolusi sosial dan politik di Sumatera Timur.
Peran Kepemimpinan Akademis dan Kemanusiaan: Pasca-tsunami Aceh 2004, Anthony Reid menunjukkan dedikasi besar dengan memelopori pembentukan International Center for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS) pada tahun 2008. Lembaga ini membuka jaringan internasional yang berhasil melahirkan banyak akademisi dan doktor baru dari Aceh.
Warisan Pemikiran Bagi Generasi Penerus: Hingga akhir hayatnya pada Juni 2025, Anthony Reid terus memberikan kontribusi intelektual terhadap studi sejarah Indonesia. Warisan pemikirannya kini diteruskan oleh para peneliti dan akademisi generasi berikutnya.
Seminar internasional ini merupakan kolaborasi FIB USU - ISTAC IIUM Kuala Lumpur untuk inisiasi kerja sama penelitian dan kegiatan akademik lainnya. Melalui seminar internasional ini, FIB USU berharap dapat memperkuat posisi Universitas Sumatera Utara sebagai salah satu pusat unggulan (center of excellence) dalam studi sejarah dan humaniora di kawasan Asia Tenggara.(DEL)











