Bupati Dairi Giring Anggaran 17 Kali Lipat PAD

Bupati Dairi Giring Anggaran 17 Kali Lipat PAD
Bupati Dairi Giring Anggaran 17 Kali Lipat PAD (Analisadaily/Ist)

Analisadaily.com, Sidikalang - Bupati Kabupaten Dairi, Vickner Sinaga mengatakan, berhasil menggiring anggaran sebesar 17 kali lipat dari besaran pendapatan asli daerah (PAD).

Nilai PAD Rp100 milliar per tahun. Kalau dihitung, tambahan kucuran dalam beberapa kegiatan, mencapai 17 kali dari kuantita dimaksud.

Hal itu disampaikan Vickner saat silaturahmi dengan perwakilan pedagang Blok A dan B Pasar Sidikalang di rumah dinas Jalan Sisingamangaraja Sidikalang, Jumat (11/9).

“Kita berhasil menggiring anggaran dan kegiatan sebesar 17 kali lipat dari besaran PAD,” kata Vickner.

Diterangkan, angka PAD hanya sanggup menutupi belanja daerah selama 1 bulan. Karenanya, mesti mencari sumber pembiayaan lain dan ragam kegiatan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Di tengah keterbatasan angggaran, kata Vickner, daerah ini mendapat beberapa agenda besar. Diantaranya kucuran tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) bagi ASN senilai Rp18 milliar, pembangunan Sekolah Rakyat berbiaya Rp300 milliar dan pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) senilai Rp500 milliar di Desa Tanjung Saluksuk Kecamatan Pegagan Hilir.

Dijelaskan, Sekolah Rakyat berlokasi di lahan eks KLK akan menerima siswa baru tahun 2027. Dampaknya akan banyak dirasakan masyarakat. Bukan sekedar peningkatan nilai ekonomi tanah. Ekonomi mikro bakal tumbuh di sana.

“Sekolah Rakyat akan menerima siswa baru tahun 2027 di bilangan eks KLK Desa Sitinjo,” kata Vickner.

Vickner menyinggung manfaat nyata kehadiran PLTMH Tanjung Saluksuk. Belum proyek dibangun, dampak positif sudah dinikmati masyarakat. Pengusaha belum masuk ke fase konstruksi PLTMH.

“Proyek PLTMH belum dibangun investor, tetapi dampak positif besar sudah dinikmati masyarakat,” ujar Vickner.

Apa itu? Pengusaha telah membangun jalan dan jembatan dari kondisi yang tidak mungkin sebelumnya. Pembiayaan tanpa suntikan dana pemerintah.

Dulunya, penduduk Desa Tanjung Saluksuk membutuhkan waktu 1,5 hingga 5 jam menuju Sumbul. Itu karena infrastruktur buruk.

Sementara akses via Dusun Borno Desa Sungai Raya Kecamatan Siempat Nempu Hulu, masih sebatas mimpi. Pasalnya, pembangunan jembatan sudah lama terkatung-katung.

Lewat sentuhan PT investor, jembatan menghubungkan Tanjung Saluksuk-Sungai Raya bisa dibangun permanen dengan kualitas bagus. Uangnya, murni dari saku pengusaha.

“Investor membangun jembatan menghubungkan 2 desa tanpa anggaran pemerintah,” kata Vickner.

Sekarang, jembatan di atas sungai Lae Renun kini jadi destinasi wisata. Pengunjung ramai setiap hari. Perjalanan dari Tanjung Saluksuk ke Sidikalang hanya butuh waktu 25 menit.

Diterangkan, PLTMH direncanakan berkapasitas 2 x 3,7 megawatt mengoptimalkan air Lae Renun.

“Kalangan perantau bilang, akan pulang kampung saat tahun baru lantaran jalan dan jembatan sudah mulus ke Tanjung Saluksuk dan Borno,” kata Vickner.

Menurutnya, ruas dimaksud akan menjadi Segi Tiga Ekonomi baru. Yakni mempercepat perputaran keuangan di Kecamatan Tigalingga, Pegagan Hilir dan Siempat Nempu Hulu.

“Kita punya Segi Tiga Ekonomi baru,” ujar mantan Direktur PLN itu.

Tidaklah mudah meyakinkan investor agar mau berkontribusi memajukan Dairi. Butuh kerja keras dan dukungan semua pihak.

“Jujur, kemajuan ini bukan hanya kerja keras personal. Banyak pihak mendukung termasuk elit politik lintas partai dan masyarakat lokal,” kata Vickner.

(SSR/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi