Juwara: Bukan Snack Biasa

Juwara: Bukan Snack Biasa
Juwara: Bukan Snack Biasa (Analisadaily/Ist)

Analisadaily.com, Langkat — Masyarakat Desa Pulau Banyak dan Desa Kuala Serapuh, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara kini memiliki peluang usaha baru dari tanaman pesisir yang selama ini kurang dilirik, yaitu jeruju.

Melalui program pengabdian kepada masyarakat skema Perintis, tim dosen dan mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) mengajak warga Desa Pulau Banyak, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara untuk mengolah daun jeruju menjadi camilan bernilai gizi dan ekonomi tinggi, yang dilabeli JUWARA (Jeruju Bawang Khas Tanjung Pura).

Jeruju (Acanthus ilicifolius L.) merupakan tanaman mangrove yang tumbuh subur di pesisir, Desa Kuala Serapuh, dengan ciri khas daun hijau tua berbentuk lonjong lebar dan bertepi berduri. Selama ini tanaman tersebut tumbuh liar dan belum banyak dimanfaatkan warga.

Padahal kajian tim menunjukkan daun jeruju kaya senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, fenolik, dan steroid yang berperan sebagai antioksidan, antibakteri, hingga antiinflamasi alami, sehingga berpotensi besar dikembangkan menjadi pangan fungsional.

Tanaman jeruju tumbuh secara alami dan melimpah di pesisir Tanjung Pura. Berdasarkan banyak penelitian, tanaman ini memiliki kandungan nutrisi yg tinggi dan antioksidan yang kuat sehingga sangat baik untuk kesehatan. Kelompok ibu PKK di desa Kuala Serapuh dibantu oleh tim Fondasi Hidup (FH) sudah mengembangkan snack cemilan kue bawang dengan tambahan daun jeruju.

"Namun masih terkendala pemasaran dan pengembangan produk. Tim pengabdian skema perintis dari Fakultas Farmasi USU hadir dengan membawa inovasi JUWARA (Jeruju Bawang Khas Tanjung Pura) untuk meningkatan kualitas produk sebagai inovasi pangan fungsional berbasis bahan alam lokal sekaligus sebagai oleh-oleh khas Tanjung Pura untuk membantu penguatan dan kemandirian ekonomi lokal. Terutama Desa Pulau Banyak dan Desa Kuala Serapuh," papar Ketua Tim Pengabdian apt. Ovalina Sylvia Br. Ginting, S.Farm., M.Si., saat kegiatan berlangsung, Selasa (11/8/2026).

Lebih lanjut disampaikan Ovalina, peserta pelatihan merupakan kelompok PKK Ibu Sejahtera Desa Pulau Banyak dan kelompok ibu-ibu Desa Kuala Serapuh. Peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias. Selain praktik produksi, tim pengabdian juga menyampaikan materi mengenai kandungan gizi dan manfaat kesehatan daun jeruju, strategi branding dan pengemasan, serta analisis kelayakan ekonomi produk. Sehingga peserta tidak hanya menguasai keterampilan produksi tetapi juga memahami potensi pengembangan usaha di masa depan.

Dari sisi ekonomi, kajian farmakoekonomi yang dipaparkan oleh tim pengabdian menunjukkan pemanfaatan daun jeruju sebagai bahan baku alam dari lokal yang tumbuh liar tanpa biaya budidaya. Sehingga mampu menekan harga pokok produksi secara signifikan dibandingkan keripik standar maupun keripik komersial lain. Hal ini tentunya memiliki keunggulan kompetitif dengan margin laba yang menjanjikan bagi pelaku UMKM, dengan target pasar yang luas. Mulai dari anak-anak, keluarga, mahasiswa, pekerja, hingga wisatawan sebagai oleh-oleh khas Tanjung Pura.

Kepala Desa Pulau Banyak, Zainal Arifin, menyambut baik pengabdian tersebut dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tim Pengabdian Masyarakat dari Fakultas Farmasi, Universitas Sumatera Utara.

"Selama ini jeruju hanya kami anggap tanaman liar di pesisir. Kami tidak menyangka ternyata jeruju bisa diolah menjadi camilan yang enak dan bernilai jual tinggi. Semoga ilmu ini dapat terus kami kembangkan, sehingga JUWARA bisa menjadi produk unggulan dan oleh-oleh khas desa kami,” ujarnya.

Pengabdian tersebut turut didukung tim dosen Fakultas Farmasi USU lainnya, yaitu Hari Ronaldo Tanjung, S.Si., M.Sc., Apt., Yade Metri Permata, S.Farm., M.Si., Apt., Dr. Tengku Ismanelly Hanum, S.Si., M.Si., Apt., serta apt. Nur Aini Khairunnisa, S.Farm., M.Farm., yang turut merancang kajian kandungan gizi dan farmakoekonomi produk. Serta akan melanjutkan pendampingan agar JUWARA dapat berkembang serta dipasarkan lebih luas melalui media sosial dan marketplace.

Tim dosen turut dibantu oleh mahasiswa Fakultas Farmasi USU, yaitu Rezkia Amelia Putri, Rhaynina Devyanda, Nandita Sekar Damayu, Ester Juniyanti Br Purba, Novita Raisha Anggraeni, Lidya Hasumba Hutauruk, Ajeng Salwa Aulina, Meilan dan Rosini.

(MC/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi