Ilustrasi (AI)
Analisadaily.com, Medan – Suasana menjelang Temu Karya Karang Taruna Kota Medan mulai memanas. Para Ketua Karang Taruna tingkat Kecamatan se-Kota Medan secara tegas menyatakan sikap menolak segala bentuk intervensi dari birokrasi pemerintahan, khususnya dari jajaran Camat dan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Kota Medan, terkait pencalonan Ketua Karang Taruna Kota Medan yang baru.
Langkah ini diambil menyusul beredarnya informasi mengenai adanya dugaan pengerahan dukungan secara terstruktur. Para Camat se-Kota Medan diduga mendapat arahan dari Kabag Tapem untuk menginstruksikan para Ketua Karang Taruna di wilayahnya agar mendukung salah satu kandidat tertentu.
Sejumlah Ketua Karang Taruna Kecamatan mengungkapkan kekecewaan mendalam atas tindakan oknum Camat yang terkesan memaksa. Mereka mengaku didesak untuk mengeluarkan surat rekomendasi dukungan kepada salah satu calon kandidat bernama drg. Dedi Saputra Pane, serta rekomendasi terkait pelaksanaan Temu Karya yang digelar oleh Dinas Sosial Kota Medan.
Menurut salah seorang Ketua Kecamatan, tindakan pemaksaan dan intervensi ini telah mencederai aturan-aturan dasar organisasi Karang Taruna. Secara kelembagaan, para Ketua Kecamatan se-Kota Medan menegaskan bahwa mereka masih mengakui Yopie H.I. Batubara sebagai Ketua Karang Taruna Kota Medan yang sah.
"Sikap (intervensi) ini sangat mencederai aturan organisasi Karang Taruna pada umumnya. Kami berharap Ketua Karang Taruna Kota Medan yang terpilih nantinya adalah sosok yang memiliki visi-misi membawa arah perubahan yang baik, namun harus melalui proses yang benar dan tidak melangkahi aturan organisasi yang berlaku," ujar salah satu Ketua Kecamatan, Minggu (12/7/2026).
Pernyataan sikap penolakan ini dicetuskan di sela-sela agenda silaturahmi para Ketua Kecamatan bersama jajaran pengurus Karang Taruna Kota Medan. Pertemuan tersebut digelar khusus untuk membahas perkembangan dan kemajuan organisasi ke depan.
Di akhir pertemuan, para Ketua Karang Taruna Kecamatan menyatakan komitmen bersama untuk menjaga muruah organisasi dari kepentingan politik praktis. Mereka siap mengawal jalannya pemilihan dengan ketat.
"Kami siap mengawal Temu Karya Karang Taruna Kota Medan agar berjalan dengan bersih, jujur, transparan, dan terbuka bagi para kader yang memang sudah menjadi bagian dari tubuh Karang Taruna itu sendiri. Proses ini harus berjalan alami, tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun," pungkasnya.
(RZD)