Alasan Mengada-ngada, MTsN 1 Asahan Putus Hubungan Penerima Manfaat MBG

Alasan Mengada-ngada, MTsN 1 Asahan Putus Hubungan Penerima Manfaat MBG
Sekolah MTsN 1 Asahan. (Analisadaily/istimewa)

Analisadaily.com, Asahan - Sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Asahan memutuskan hubungan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur SPPG 02 Rawang Lama Kecamatan Rawang Panca Arga Kabupaten Asahan dengan alasan yang tidak jelas atau mengada-ngada.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (Ka SPPG) 02 Rawang Lama, Gunawan membenarkan bahwa pihaknya beberapa hari yang lalu tepatnya 25 Juni 2026 telah menerima surat dari MTsN 1 Asahan untuk memutuskan hubungan penerimaan manfaat MBG dari SPPG yang dipimpinnya.

"Dalam surat yang kami terima, pemutusan hubungan penerimaan manfaat MBG itu dibuat oleh pihak sekolah dengan alasan yang tidak jelas atau mengada-ngada seperti mis komunikas, menu tidak sesuai dan hubungan tidak harmonis," kata Gunawan kepada Analisadaily, Senin (13/7/2026).

Lebih lanjut Gunawan mengatakan, selama ini hubungan antara SPPG 02 Rawang Lama dengan pihak sekolah baik-baik aja. "Saya juga mengakui ada sedikit permasalahan sedikit, namun menurut saya permasalahan itu tidak fatal, bahkan MBG pada saat itu terus berjalan, kenapa tiba-tiba pihak sekolah mengirimkan surat pertama dan kedua terus memutuskan hubungan penerimaan manfaat MBG," ujarnya.

Disinggung mengenai kewenangan kepala sekolah untuk memutuskan hubungan penerimaan manfaat MBG, Gunawan mengatakan bahwa kepala sekolah boleh memutuskan hubungan penerimaan manfaat MBG dengan pihak dapur tapi harus memiliki alasan yang kuat seperti jika ada siswa yang keracunan. "Kan tidak ada keracunan kenapa kepala sekolah MTsN 1 Asahan memutuskan hubungan penerimaan manfaat MBG dari dapur kami," ujarnya.

Selama itu pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan pihak sekolah agar bisa kembali bekerjasama. Namun pihak sekolah tidak welcome dengan dirinya. "Terakhir pada 2 Juli 2026 saya bersama Babinsa mendatangi sekolah MTsN 1 Asahan itu, dengan tujuan untuk menjalin kerjasama lagi agar anak didik bisa menerima manfaat MBG, namun disitu. Kepala sekolah memberikan jawaban yang tidak pasti atau menggantung sampai penerimaan siswa baru sekolah MTsN 1 Asahan itu tidak menerima MBG," jelasnya.

Sementara itu ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Asahan, Anda Suhendra Rambe menyayangkan tindakan kepala sekolah MTsN 1 Asahan itu memutuskan hubungan penerimaan manfaat MBG secara sepihak dengan alasan yang tidak jelas.

"Program Presiden Prabowo Subianto ini harus tetap berjalan dan harus didukung pihak sekolah apabila ada sebuah kendala bisa dibicarakan dengan koordinasi dan duduk bersama semua pihak termasuk Korwil SPPG dan Satgas MBG Asahan," ujarnya.

Dengan apa yang di lakukan kepala sekolah MTsN 1 Asahan ini merupakan perbuatan yang cukup arogan dengan memutuskan hubungan penerimaan manfaat MBG secara sepihak. "Kita yakin bahwa di Desa Rawang Lama MBG masih sangat dibutuhkan, karena MBG ini membantu meringankan ekonomi keluarga dalam pemenuhan kebutuhan gizi yang dapat menurunkan angka stunting dan pemenuhan gizi anak sekolah," ujarnya seraya mengatakan pasti ada kekurangan dalam pelaksanaannya, dan ini butuh pembenahan secara menyeluruh.

Sementara itu, Kepala MTsN 1 Asahan, Abdul Kadir Sinaga, belum memberikan keterangan terkait persoalan tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp hingga berita ini ditulis belum mendapat tanggapan.

(ARI/DEL)

Baca Juga

Rekomendasi