Plt Kadis PMD Taput, Tumbur Hutasoit (Analisadaily/Emvawari Candra Sirait)
Analisadaily.com, Tapanuli Utara - Plt Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Tumbur Hutasoit mengatakan secara umum pengelolaan Badan Usaha Milik (BUM) Desa di Taput dinyatakan gagal.
Menurutnya, kegagalan pengelolaan BUM Desa cenderung dipengaruhi faktor minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) dan monopoli Kepala Desa (Kades).
"Jadi secara umum pengelolaan BUM Desa gagal," ujarnya kepada wartawan, Jumat (10/7).
"Ini (karena) SDM mengelola BUM Desa (minim) dan Kepala Desa, seolah berhak dan suka-suka," tambahnya.
Padahal menurutnya, sesuai dengan aturannya, pengurus yang direkrut mengelola BUM Desa merupakan hasil pilihan masyarakat.
"Bukan dari perangkat desa, itu harus diingat," ucapnya.
Salah satu contoh BUM Desa yang mengalami kegagalan seperti yang terjadi di Kecamatan Pagaran.
"Saya dapat data bahwa ada desa di Pagaran kampung saya, BUM Desanya beternak kaki empat, padahal untuk memperoleh bibitnya saja sudah sulit, terakhir gagal total karena musim penyakir dan kondisi kandangnya pum sudah tak terlihat lagi," ungkapnya.
"Tidak hanya di Pagaran ada juga desa lain yang BUM Desa mengalami kegagalan," tambahnya.
Dia mengatakan, hingga kini pihaknya masih melakukan validasi terhadap BUM Desa yang masih aktif dan yang sudah redup.
"Kami sedang validasi, berapa BUM Desa yang masih aktif dan lanjut dan yang sudah mati," ujarnya, sembari menambahkan meskipun pada umum BUM Desa dinyatakan gagal namun masih ada BUM Desa yang berhasil.
(CAN/RZD)