BBM Langka di Medan, Robi Barus: Koordinasi dengan Pertamina Apa Penyebab Kelangkaan

BBM Langka di Medan, Robi Barus: Koordinasi dengan Pertamina Apa Penyebab Kelangkaan
Robi Barus (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Bahan Bakar Minyak (BBM) saat ini sedang langka di Kota Medan. Jangankan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Bio Solar, yang non subsidi jenis Pertamax 92 juga sukar didapatkan.

Kalaupun ada, masyarakat yang butuh terpaksa harus bersabar dengan antrean panjang hingga ke jalan umum. Demikian juga untuk mendapatkan BBM Pertalite.

Kondisi ini tentu saja menuai rasa prihatin dan komentar dari anggota Komisi I DPRD Kota Medan Robi Barus SE, M.AP. Dia minta Pemerintah Kota (Pemko) Medan agar jangan tinggal diam dengan kelangkaan BBM tersebut.

"Saat ini kelangkaan BBM di Medan tidak hanya terjadi pada BBM bersubsidi saja, tetapi BBM non subsidi seperti Pertamax 92 juga sudah mulai langka di sejumlah SPBU. Kondisi kelangkaan BBM di Kota Medan yang terjadi saat ini sudah sangat menyusahkan dan merugikan masyarakat, oleh karena itu, Pemko Medan tidak boleh tinggal diam," tegas Ketua Fraksi PDI Perjuangan itu, Selasa (14/7/2026).

Robi Barus juga minta pihak Pemko Medan agar segera berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk mengetahui sumber penyebab kelangkaan BBM di Kota Medan.

"Masyarakat berhak tahu, apa yang sebenarnya terjadi sehingga BBM di Kota Medan ini langka. Sampai kapan kelangkaan ini akan berlangsung, dan apa solusi yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah ini. Pemko Medan tidak boleh diam saja melihat situasi ini," ujarnya.

Menurut Robi Barus, Pemko Medan harus mendorong Pertamina untuk memastikan ketersediaan pasokan BBM Subsidi dan Non Subsidi ke seluruh SPBU yang ada di Kota Medan. Sebab bila kelangkaan BBM ini terus berlangsung, kerugian masyarakat akan semakin besar, baik secara materil maupun immateril.

"Sejak BBM langka di Kota Medan, ada berapa sopir angkot, driver ojol, dan masyarakat lainnya yang rugi besar secara ekonomi. Transportasi itu adalah urat nadi perekonomian. Sementara alat transportasi membutuhkan BBM untuk terus bergerak. Ini baru kerugian secara materil saja," paparnya.

Sementara secara immateril, Robi Barus menegaskan banyaknya masyarakat yang mengeluhkan kemacatan parah di sejumlah ruas jalan akibat antrean panjang kendaraan yang ingin mengisi BBM pada SPBU-SPBU di Kota Medan.

"Masyarakat juga mengeluhkan banyaknya waktu terbuang hanya untuk mengantre pengisian BBM. Kemacatan parah karena antrean di SPBU juga sangat menggangu pengguna jalan lainnya, ini semua harus menjadi perhatian Pemko Medan," tegasnya.

Terkhusus masalah kemacatan akibat antrean BBM pada sejumlah SPBU, Robi Barus minta Dinas Perhubungan Kota Medan membantu kelancaran arus lalulintas.

"Jangan biarkan masyarakat yang sudah susah mendapatkan BBM jadi semakin susah karena tidak adanya petugas yang mengatur lalulintas saat kemacatan terjadi akibat antrean pengisian BBM di SPBU. Dishub Medan harusnya bisa mengambil peran dalam hal ini," pungkasnya.

(MC/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi