Kelangkaan BBM di Serdang Bedagai Kian Mencekik, Harga di Pengecer Melonjak Drastis

Kelangkaan BBM di Serdang Bedagai Kian Mencekik, Harga di Pengecer Melonjak Drastis
Kelangkaan BBM di Serdang Bedagai Kian Mencekik, Harga di Pengecer Melonjak Drastis (Analisadaily/Zainal Abidin)

Analisadaily.com, Serdang Bedagai - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) selama sepekan terakhir kian meresahkan warga.

Sulitnya mendapatkan pasokan Pertalite, Pertamax, hingga Biosolar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mulai memukul aktivitas ekonomi dan mobilitas sehari-hari masyarakat.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa (14/7/2026), antrean kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mengular panjang di sejumlah SPBU yang masih memiliki stok.

Banyak pengendara terpaksa menghabiskan waktu berjam-jam, bahkan harus berpindah-pindah SPBU karena pasokan bahan bakar dilaporkan langsung ludes sesaat setelah diisi.

Di beberapa titik lain, sejumlah SPBU bahkan terlihat lengang tanpa aktivitas akibat kekosongan stok.

Kondisi ini memicu efek domino yang dirasakan langsung oleh nelayan, petani, sopir angkutan, pelaku UMKM, hingga pekerja kantoran yang mobilitasnya bergantung penuh pada kendaraan bermotor.

Imbas dari kosongnya pasokan di pom bensin resmi, masyarakat kini terpaksa beralih ke pedagang eceran. Situasi ini dimanfaatkan untuk mendongkrak harga jual di tingkat pengecer hingga berkali-kali lipat dari harga normal.

Jenis BBM

Harga di Tingkat Pengecer

Pertalite

Rp15.000 – Rp17.000 per liter

Pertamax

Rp19.000 – Rp20.000 per liter

Bahkan di beberapa kecamatan, BBM jenis Pertalite sudah benar-benar gaib di tingkat pengecer. Warga yang terdesak tidak memiliki pilihan lain selain merogoh kocek lebih dalam untuk membeli Pertamax eceran demi tetap bisa bekerja.

"Kalau di SPBU kosong, kami terpaksa beli di pengecer meski harganya Rp15 ribu per liter. Mau tidak mau karena harus bekerja," keluh salah seorang warga di Kecamatan Tanjung Beringin.

Masyarakat menilai krisis BBM ini tidak hanya menghambat aktivitas, tetapi juga nyata-nyata menambah beban pengeluaran rumah tangga di tengah situasi ekonomi yang sulit.

Terlebih bagi masyarakat pesisir dan agraris yang membutuhkan BBM untuk mesin perahu penangkap ikan maupun traktor pertanian.

Kini, warga menaruh harapan besar agar Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai bersama PT Pertamina Patra Niaga segera mengambil tindakan konkret untuk menormalkan kembali jalur distribusi.

Pihak berwenang juga didesak memberikan penjelasan transparan mengenai penyebab kelangkaan agar tidak memicu spekulasi liar di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada pihak PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terkait penyebab kelangkaan dan solusi penanganannya masih terus diupayakan.

(BAH/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi