Lebih dari Sekadar Jalan Tol, JTTS Jadi 'Napas Baru' Bagi 460 UMKM di Sumatera (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Sumatera – Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) kini bukan hanya sekadar jalur distribusi logistik dan mobilitas penduduk, melainkan telah menjelma menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan.
PT Hutama Karya (Persero) secara konsisten mentransformasi rest area di sepanjang koridor Sumatera menjadi ruang ekonomi produktif bagi ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menegaskan bahwa rest area memiliki peran strategis sebagai simpul aktivitas ekonomi. Saat ini, tercatat lebih dari 460 UMKM telah mengisi 29 rest area di berbagai ruas JTTS, mulai dari Aceh hingga Bengkulu.
Komitmen Hutama Karya terhadap ekonomi lokal dibuktikan dengan alokasi lahan yang sangat besar. Jika regulasi pemerintah menetapkan minimal 30% lahan untuk UMKM, Hutama Karya melampaui angka tersebut dengan memprioritaskan sekitar 70% tenant bagi pelaku usaha lokal. Hal ini bertujuan agar kuliner khas dan produk unggulan daerah memiliki panggung utama di mata para pengguna jalan tol.
Untuk mendorong UMKM "naik kelas", Hutama Karya memberikan berbagai stimulus nyata, di antaranya:
Promo Diskon Sewa 50%: Pelaku usaha yang menyewa selama 3 bulan akan mendapatkan masa sewa menjadi 6 bulan (berlaku kelipatan). Keringanan ini memberikan ruang bagi pengusaha lokal untuk membangun basis pelanggan tanpa terbebani biaya operasional yang tinggi di awal.
Modernisasi Pembayaran: UMKM didampingi untuk menerapkan sistem pembayaran digital melalui QRIS, penyusunan laporan keuangan, hingga strategi promosi produk.
Pendampingan Bisnis: Sejak 2023, sekitar 170 UMKM telah mendapatkan pelatihan khusus, mulai dari demo masak hingga manajemen *branding* produk agar lebih kompetitif.
Hutama Karya tidak bergerak sendiri. Perusahaan menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk penyediaan lokasi promosi gratis bagi produk khas daerah. Dari sisi finansial, kerja sama dengan Bank BRI melalui Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) juga dihadirkan untuk memperkuat struktur permodalan para mitra binaan.
“Melalui rest area, pelaku UMKM lokal memiliki ruang untuk memasarkan produk dan ikut tumbuh bersama meningkatnya konektivitas di Sumatera,” ujar Iwan Hermawan saat meninjau Rest Area KM 163 Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung, Rabu (6/5).
Selain menjadi pusat ekonomi, rest area JTTS tetap mengedepankan fungsi utamanya dengan fasilitas prima seperti masjid yang nyaman, toilet bersih, area parkir luas, dan ruang duduk yang memadai. Hutama Karya mengimbau pengguna jalan untuk memanfaatkan fasilitas ini guna beristirahat jika merasa lelah demi keselamatan berkendara.
Dengan hadirnya ratusan UMKM di ruas-ruas strategis seperti Sigli–Banda Aceh hingga Bengkulu–Taba Penanjung, JTTS kini menjadi simbol kolaborasi antara kemajuan infrastruktur modern dan pemberdayaan potensi lokal yang berkelanjutan.
(RZD)