Wajah Wandaniel Girsang Dipukul Balok, Rp314 Juta Dirampok (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Sidikalang - Wandaniel Girsang (24) penduduk Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Pegagan Hilir, Kabupaten Dairi, menjadi korban penganiayaan dan perampokan, Rabu (6/5) petang.
Peristiwa tersebut menimpanya di Jembatan Lae (sungai) Renun, Sumbul Karo Kecamatan Tigalingga, Selasa (5/5) petang. Korban kini dirawat di RSUD Sidikalang.
Wandaniel tampak mengalami luka berat di bagian mulut. Mata memar. Tangan dan kaki luka-luka.
“Wajah saya dipukul pakai balok. Dianiaya. Uang Rp314 juta dalam tas rangsel dirampok,” kata Wandaniel, Kamis (7/5).
Dijelaskan, petang itu ia hendak pulang ke kampung dari Sidikalang. Wandaniel mengendarai sepeda motor jenis RX King. Ia membawa rangsel berisi laptop dan uang tunai Rp314 juta.
Dalam perjalanan, tepatnya di tikungan Jembatan Lae Renun, pemuda ini mengaku dicegat 3 pria mengenakan penutup wajah dan helm. Melihat kondisi tidak nyaman, Wandaniel menghindar masuk ke jalur lain. Ternyata, jalan itu buntu.
Komplotan perampok mengejar dan berhasil menemukannya. Seketika itu, hantaman balok mendarat di wajah Wandaniel. Rangsel berisi laptop dan uang dibawa kabur.
Akibat tindakan sadis dimaksud, dia berlari ke daerah permukiman di Sumbul Karo. Lokasinya berjarak 500 meter dari tempat kejadian. Penduduk membantunya.
Ia segera dibawa ke Puskesmas Tigalingga guna mendapatkan pertolongan medis. Warga lainnya melapor ke Polsek Tigalingga. Selanjutnya, dirujuk ke RSUD Sidikalang
“Saya minta tolong ke warga Sumbul Karo,” kata Wandaniel.
Arlis Girsang, orang tua korban menyebut, putranya bekerja di perusahaan kontraktor di Palembang Sumatera Selatan.
“Wandaniel sudah satu minggu pulang dari Palembang. Perjalanan ke Sidikalang untuk ambil uang dari bank. Uang itu kepentingan proyek. Lantaran keperluan belum clear, Wandaniel menginap di hotel. Namun tak disangka, kekerasan menyasar anak saya,” kata Arlis.
Kapolsek Tigalingga, Iptu Parlindungan Lumbantoruan mengatakan, kasus itu sedang dalam penyelidikan.
“Tidak ada kami temukan kayu balok di TKP. Mungkin dibuang,” kata Parlindungan.
Pihaknya mengamankan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor RX King, mantel hujan yang sudah koyak dan pakaian korban.
Kepala Bidang pemananan Medis RSUD Sidikalang, dr Lestina Sianturi menerangkan derita korban.
“Terdapat luka robek di area mulut. Kelopak mata lebam. Saat ini sudah ditangani,” kata Lestina.
Ditambahkan, pasien dianjurkan dirujuk untuk CT Scan.
“Diduga ada benturan di kepala sehingga perlu pemeriksaan mendalam melalui CT Scan,” kata Lestina.
Menurut petugas, kata Lestina, pasien ini adalah korban begal. Dia diantar oleh tim medis Puskesmas Tigalingga.
(SSR/RZD)