KPAD Labura Jembatani Perdamaian Perkelahian Antar Pelajar yang Viral di Medsos

KPAD Labura Jembatani Perdamaian Perkelahian Antar Pelajar yang Viral di Medsos
KPAD Labura Jembatani Perdamaian Perkelahian Antar Pelajar yang Viral di Medsos (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Bandar Durian – Peristiwa perkelahian antar pelajar viral di media sosial terjadi pada Kamis (30/4/2026) WIB, di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Bandar Durian, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Komisi Perlindungan Anak Daerah Labuhanbatu Utara (KPAD Labura) bersama pihak sekolah, yakni SMA Negeri 1 Aek Natas, MAN 1 Labura, dan SMA Negeri 1 Kota Batu, menggelar mediasi perdamaian terhadap para siswa yang terlibat.

Mediasi ini bertujuan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang, serta mempererat hubungan antar pelajar meski berasal dari sekolah yang berbeda. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMA Negeri 1 Aek Natas, Kecamatan Aek Natas, pada Senin (4/5/2026).

Ketua KPAD Labura, Idris Aritonang, menjelaskan bahwa kehadiran pihaknya untuk memfasilitasi penyelesaian konflik antar siswa dari tiga sekolah yang sempat viral di media sosial.

“Kami hadir untuk memediasi perkelahian antar siswa agar ke depan tidak terulang kembali,” ujarnya.

Ia juga mengimbau seluruh pihak, baik sekolah maupun orang tua, untuk meningkatkan pengawasan dan komunikasi terhadap siswa. Selain itu, ia berharap pembinaan karakter pelajar terus diperkuat agar menjadi pribadi yang disiplin, berakhlak, dan berprestasi.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Aek Natas, Bayu Wahyudi, mengajak para orang tua untuk bersama-sama mendidik dan mengawasi anak-anak.

“Mari kita jadikan kejadian ini sebagai pelajaran terakhir, agar tidak terulang lagi. Anak-anak kita adalah generasi emas di masa depan,” ucapnya.

Salah seorang orang tua murid menyampaikan apresiasi kepada KPAD Labura yang telah memediasi perdamaian tersebut. Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Kepala SMA Negeri 1 Aek Natas yang dinilai tegas dan adil dalam menangani setiap pelanggaran siswa.

“Kami berterima kasih kepada KPAD Labura dan pihak sekolah yang telah membantu menyelesaikan masalah ini. Harapannya, anak-anak kami bisa berubah menjadi lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peristiwa tersebut terjadi di luar jam sekolah saat para siswa pulang, sehingga bukan sepenuhnya tanggung jawab pihak sekolah.

“Kami sebagai orang tua akan terus memberikan nasihat kepada anak-anak agar setiap permasalahan di sekolah diselesaikan dengan baik dan tidak dibawa ke luar,” tutupnya.

Mediasi yang dihadiri oleh orang tua siswa, guru dari ketiga sekolah, serta KPAD Labura berlangsung lancar dan menghasilkan kesepakatan damai. Para siswa yang terlibat saling memaafkan dan berjabat tangan, sebagai bentuk komitmen untuk tidak menyimpan dendam di kemudian hari. (GT)

(DEL)

Baca Juga

Rekomendasi