UNIMED Berdayakan Pengrajin Tempe melalui Penguatan Manajemen Produksi dan Pemasaran Digital (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Tim dosen Universitas Negeri Medan (UNIMED) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pemberdayaan Pengrajin Tempe Skala Rumah Tangga Melalui Penguatan Manajemen Produksi dan Strategi Pemasaran Terintegrasi” pada Jumat (5/6).
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UNIMED dalam mendukung penguatan kapasitas usaha mikro berbasis pangan lokal agar semakin produktif, kompetitif, dan berkelanjutan.
Program PKM tersebut didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Medan (LPPM UNIMED) sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, para pengrajin tempe skala rumah tangga memperoleh pendampingan untuk meningkatkan efektivitas proses produksi sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk mereka.
Tim pelaksana PKM dipimpin Dr. Pardomuan Sitompul dengan anggota tim yang terdiri Deddy Ray Girsang, Ummu Haniyyah, dan Dr. Sri Wahyuni. Kolaborasi multidisiplin tersebut dirancang untuk memberikan solusi yang komprehensif terhadap berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha tempe skala rumah tangga.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan sosialisasi dan pelatihan mengenai manajemen produksi, pengendalian kualitas produk, pencatatan keuangan usaha sederhana, serta penyusunan strategi pemasaran yang memanfaatkan teknologi digital.
Selain itu, para pengrajin juga diberikan pemahaman tentang pentingnya inovasi produk dan pengemasan yang menarik guna meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk di pasar.
Ketua tim PKM, Dr. Pardomuan Sitompul, menyampaikan bahwa keberhasilan usaha mikro tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memproduksi barang yang berkualitas, tetapi juga oleh kemampuan mengelola usaha secara efektif dan memasarkan produk secara tepat.
“Penguatan kapasitas pengrajin tempe perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aspek produksi, pengelolaan usaha, hingga pemasaran. Dengan kemampuan manajerial yang baik dan pemanfaatan pemasaran digital, pelaku usaha akan memiliki peluang yang lebih besar untuk berkembang dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif,” ujarnya.
Melalui program ini, tim PKM berharap para pengrajin tempe dapat meningkatkan kualitas produk, memperluas pangsa pasar, serta meningkatkan pendapatan usaha. Selain memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat dan memperkuat daya saing usaha kecil berbasis pangan lokal.
Kegiatan PKM ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi UNIMED dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui transfer pengetahuan, peningkatan keterampilan, dan pendampingan usaha yang berkelanjutan.
Dengan sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat, diharapkan tercipta ekosistem usaha mikro yang lebih tangguh dan mampu berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah.
(REL/RZD)