PKW Unimed Tingkatkan Ketangguhan Masyarakat Penyintas Banjir (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Universitas Negeri Medan (Unimed) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) secara konsisten dan berkelanjutan menjalankan Program Kemitraan Wilayah (PKW) guna membantu masyarakat dalam mengatasi berbagai permasalahan, kali ini menyasar masyarakat penyintas banjir di Desa Pematang Tengah dan Desa Paya Perupuk, Tanjungpura, Langkat, baru-baru ini.
Ketua Tim PKW Unimed Dr Rachmat Mulyana, MSi bersama anggota Dr Zulkifli Matondang, MSi, Dr Rumilla Harahap, MT, Wisnu Prayogo, ST MT, Anni Zahara Putri, MT, Novrizaldi Wardana, ST MSi, Ummu Salamah, SPdGr, MPd, Dr Esi Emilia, MSi dan mahasiswa Fawwaz Rosin, Pro.BJ. Habibi, Nazwa Aulia Primadianti, Mirza Rahmawulan, dan Melki Sedek Ozerly Dolok Pasaribu. Kegiatan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Sumatera II, pemerintah desa sebagai mitra strategis dalam mendukung penguatan kapasitas masyarakat pascabanjir.
Kepala Desa Pematang Tengah Nazzaruddin menyampaikan apresiasi Unimed dan BP3KP Sumatera II atas pelaksanaan program yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, edukasi mengenai pengelolaan sampah dan pemanfaatan energi alternatif merupakan langkah penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
“Program seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat karena memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk menjaga lingkungan dan meningkatkan ketahanan desa terhadap bencana,” ujar Nazaruddin.
Desa Pematang Tengah dan Desa Paya Perupuk merupakan kawasan yang memiliki kerentanan tinggi terhadap banjir akibat curah hujan yang tinggi serta kondisi hidrologi wilayah tersebut. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat 2025, banjir yang terjadi pada akhir 2025 mengakibatkan ribuan rumah terdampak di berbagai kecamatan, termasuk kawasan permukiman di sekitar lokasi pengabdian. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari mitigasi risiko bencana.
Dalam kegiatan ini, masyarakat memperoleh edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga sebagai langkah preventif untuk mengurangi risiko banjir. Pengelolaan sampah untuk mencegah sumbatan drainase, cara pemilahan sampah, pengolahan sampah organik menjadi kompos serta penerapan perilaku hidup bersih dan peduli lingkungan. Lalu pelatihan mengenai pemanfaatan energi alternatif melalui pengenalan teknologi panel surya sebagai sumber energi ramah lingkungan yang dapat dimanfaatkan saat terjadi gangguan pasokan listrik akibat banjir.
Dr Rachmat menjelaskan, pembangunan masyarakat tangguh bencana tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga memerlukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat. “Banjir tidak hanya dipengaruhi oleh faktor alam, tetapi juga oleh perilaku masyarakat mengelola lingkungannya. Oleh karena itu, edukasi pengelolaan sampah dan pemanfaatan energi alternatif menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang tangguh, mandiri, dan siap menghadapi bencana,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kerja sama ini bentuk sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan kawasan permukiman yang aman dan berkelanjutan. Disampaikannya terima kasih kepada Rekor Unimed Prof Baharuddin dan pimpinan LPPM Unimed atas program ini. Sekaligus, upaya menjaga lingkungan dan mengurangi risiko bencana di wilayahnya.(AMAD/WITA)











