LPPM Unimed Dorong Guru SMAN 2 Percut Sei Tuan Kuasai Teknologi Augmented Reality (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Percut Sei Tuan - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) mengadakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertajuk “Akselerasi Pembelajaran Digital Melalui Pemanfaatan Augmented Reality (AR) dalam Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru di SMAN 2 Percut Sei Tuan” yang dilaksanakan Senin-Kamis (5–7/5) di SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan di Jalan Pendidikan, Bandar Khalifah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Kegiatan ini diikuti oleh 17 guru dan didanai LPPM Unimed Tahun 2026. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi digital berbasis AR sebagai media pembelajaran inovatif di sekolah.
Tim pelaksana kegiatan diketuai Drs. Jasmidi, M.Si. dengan anggota tim; Prof. Dr. Asep Wahyu Nugraha, M.Si., Prof. Dr. Murniaty Simorangkir, M.S., Halim Simatupang, M.Pd., Muhammad Nizam, S.Si., Dr. Iis Siti Jahro, M.Si., Rabiah Afifah Daulay, M.Pd., Muhammad Isa Siregar, M.Pd., Rafidah Almira Samosir, S.Pd., M.Pd. (sebagai narasumber), Amal Al Ghozali Saragih, S.E. (sebagai pendamping dari LPPM), serta mahasiswa yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan, yaitu Nazwa Ramadhani, Anggun Maharani, Delima Sianturi, Nazwa Asti Azura, Wiranda Hasibuan, Nazwa Nazihah Halim, Lia Yusnita Manik, dan Rina Syadilla.
Pada hari pertama, Selasa (5/5), kegiatan dibuka oleh MC, Rina Syadilla, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua Pelaksana, Drs. Jasmidi, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi AR diharapkan dapat membantu guru menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, serta selaras dengan perkembangan teknologi pendidikan saat ini.
Kepala Sekolah Suaibatul Aslamiah, M.Si. turut memberikan apresiasi kepada tim PKM Unimed atas terselenggaranya kegiatan ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk mendukung peningkatan kompetensi digital guru di sekolah. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan simbolis modul pelatihan, aplikasi premium, dan perlengkapan pendukung pembelajaran digital dari ketua pelaksana kepada pihak sekolah. Perwakilan LPPM juga menyampaikan dukungan agar para guru mampu mengimplementasikan media pembelajaran digital secara optimal dalam proses belajar mengajar.
Selanjutnya, Pemateri Rafidah Almira Samosir, S.Pd., M.Pd. mengenai pemanfaatan dan penggunaan media AR dalam pembelajaran. Pada sesi ini, para peserta memperoleh pelatihan dasar penggunaan aplikasi AR dan pengenalan konsep media pembelajaran berbasis teknologi digital.
Pada hari kedua, Rabu (6/5), kegiatan dilanjutkan dengan workshop pembuatan media AR. Para guru mendapatkan pendampingan secara langsung mengenai pembuatan marker AR, QR Code, dan visual coding yang digunakan dalam pengembangan media pembelajaran interaktif. Melalui workshop ini, peserta dibimbing untuk merancang media pembelajaran berbasis marker yang dapat diterapkan sesuai mata pelajaran masing-masing.
Pada hari ketiga, Kamis (7/5), kegiatan dilanjutkan dengan coaching clinic penggunaan media AR. Tim PKM melakukan pendampingan lanjutan kepada peserta dalam menyempurnakan hasil media AR yang telah dibuat selama pelatihan. Setelah itu, peserta diminta mengisi kuesioner evaluasi kegiatan sebagai bentuk umpan balik terhadap pelaksanaan program PKM.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat secara simbolis oleh ketua pelaksana kepada peserta dan pihak sekolah, dilanjutkan dengan doa serta penutupan kegiatan.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para guru berhasil membuat media pembelajaran berbasis AR menggunakan marker secara mandiri. Selain itu, peserta juga memperoleh modul pelatihan, akses aplikasi premium, dokumentasi produk, dan sertifikat kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kompetensi digital guru.
Melalui kegiatan ini diharapkan guru-guru mampu mengimplementasikan media pembelajaran berbasis AR dalam proses belajar mengajar sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih inovatif, menarik, dan interaktif di lingkungan sekolah.
(REL/RZD)