100 Siswa SMAN 2 Sidikalang Masuk PTN Jalur SNBT, SMA St Petrus 96 Orang

100 Siswa SMAN 2 Sidikalang Masuk PTN Jalur SNBT, SMA St Petrus 96 Orang
Kepala SMAN 2 Sidikalang. Rudy Harto Siringo-ringo (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Sidikalang - Sebanyak 100 siswa SMA Negeri 2 Sidikalang Kabupaten Dairi meraih kursi di Perguruan Tinggi Negeri jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT).

Mereka tersebar di sejumlah kampus termasuk Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan lainnya.

Demikian disampaikan Kepala Sekolah, Rudy Harto Siringo-ringo, Kamis (28/5).

Disebutkan, Gina Olivia Tambun menang di Manajemen Universitas Brawijaya dan Nurcahaya Matanari lolos ke Agribisnis Universitas Diponegoro.

“Terbanyak ke Universitas Negeri Medan (Unimed), 33 orang dan Universitas Sumatera Utara (USU) 10 orang. Jadi, anak didik kita banyak jadi calon guru,” kata Siringo-ringo.

Peraih kursi di Unimed diantaranya Margareth Simamora, Moses Bintang dan Purama Hutapea. Pelajar menang di USU antara lain Olivia Theovani Manurung (Kedokteran gigi), Noel Fernandes Sianturi (Fisika), Christin Angelika Silalahi (Farmasi) dan Niel Anwar Berutu (Psikologi).

Siswa lainnya diterima di beberapa PTN, antara lain Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Udayana dan Institut Teknologi Sumatera.

Siringo-ringo menyebut, capaian itu tidak lepas dari dukungan orang tua, semangat generasi muda dan lingkungan.

Kepala SMA Swasta Katolik St Petrus Sidikalang, Manotas Situmorang mengatakan, jumlah siswa ke PTN jalur SNBT sebanyak 96 orang.

“Anak didik kita 96 orang menang jalur SNBT,” kata dia.

Zoe Azario Junior Bancin diterima di jurusan Akuntansi Universitas Brawijaya, Fransiska Florensia Simanjuntak dapat kursi di Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, Steve Okto Delvana di Fakultas Teknik Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Anak kita juga dapat kursi di kampus top. Ada di ITB, Unbraw dan Airlangga,” kata Manotas.

Kampus yang lain menjadi alamat peserta didik diantaranya Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Negeri Medan (Unimed), Universitas Palangkaraya dan Universitas Jambi.

Dia mengungkap, masuknya siswa ke SMA St Petrus sedikit beda dengan peserta didik di sekolah negeri. Mayoritas pelajar adalah hasil eliminasi dari SMA Negeri.

“Kebanyakan anak didik kami sebelumnya tersisih saat penerimaan SMA Negeri. Jadi, dibutuhkan pendekatan dan penggemblengan agar potensi dalam diri mereka bangkit,” kata Manotas.

Kami, ujar Manotas, harus mengasah dengan lewat kerja keras.

(SSR/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi