UNIMED Dampingi Guru SDN 060910 Medan Kembangkan Materi Ajar Berbasis Kecerdasan Buatan (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Kecerdasan buatan kini bukan lagi sekadar wacana, melainkan telah menjadi kebutuhan nyata dalam dunia pendidikan. Menjawab tantangan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Negeri Medan (UNIMED) hadir di SDN 060910 Medan, Rabu (17/6) untuk melaksanakan program "Pendampingan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) Generatif dalam Pembuatan Materi Pembelajaran Interaktif untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran pada SD Negeri 060910 Medan".
Tim yang diketuai Ali Akbar Lubis, S.Kom., M.TI. bersama dua anggota; M. Isnaini, M.Pd. dan Saras Pratama, S.Kom., M.Pd., membekali para guru dengan keterampilan memanfaatkan teknologi AI generatif mulai dari mengenal cara kerjanya, meramu perintah (prompt) yang efektif, hingga mempraktikkan langsung pembuatan bahan ajar interaktif seperti media visual, kuis, dan materi presentasi yang menarik bagi peserta didik.
“Tidak berhenti pada aspek teknis, kegiatan ini juga menghadirkan pelatihan penyusunan bahan ajar yang selaras dengan pendekatan pembelajaran mendalam (Deep Learning). Para guru diajak memanfaatkan AI generatif untuk merancang materi yang tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi mendorong siswa memahami konsep secara utuh, mengaitkannya dengan pengalaman sehari-hari, serta menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan reflektif. Dengan demikian, pembelajaran di kelas diharapkan berlangsung secara berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan bagi peserta didik,” ujar Ali Akbar Lubis, S.Kom., M.TI.
Melalui pendampingan ini, guru tidak lagi harus menghabiskan waktu berjam-jam menyusun materi secara manual. AI generatif memungkinkan proses penyusunan bahan ajar menjadi lebih cepat dan kreatif, sehingga guru dapat memusatkan energinya pada hal yang paling penting: berinteraksi dan membimbing siswa di kelas.
Antusiasme para guru SDN 060910 Medan sepanjang kegiatan menjadi bukti besarnya minat terhadap pemanfaatan teknologi ini. Keberhasilan program ini tidak hanya dinilai dari jalannya kegiatan, tetapi juga diukur secara terukur melalui tes pemahaman yang diberikan kepada para guru sebelum dan sesudah pendampingan.
Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan tingkat pemahaman peserta dalam memanfaatkan AI generatif untuk menyusun materi pembelajaran. Temuan ini menjadi indikator bahwa pendampingan yang dilakukan berjalan efektif dan mampu memberikan bekal keterampilan yang benar-benar terserap oleh para guru.
“Program yang didukung penuh oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIMED ini diharapkan tidak berhenti sebagai pelatihan sesaat, melainkan tumbuh menjadi budaya baru dalam pembelajaran di mana teknologi dan kreativitas guru berpadu untuk menghadirkan pendidikan dasar yang lebih berkualitas, adaptif, dan menyenangkan,” ujar salah seorang guru yang tidak berkenan disebutkan namanya.
(RZD)